Devie Rahmawati Ajak Warganet Kawal Semua Fakta Penyelidikan Kasus Brigadir J

Rabu, 27 Juli 2022 – 09:10 WIB
Suasana di makam Brigadir J sebelum dilakukan ekshumasi. Tampak keluarga almarhum Brigadir J berdoa bersama. Foto: Nanang Mairiadi/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Founder KlinikDigital.org, Devie Rahmawati mengingatkan publik untuk tidak terjebak dalam arus informasi terkait kasus penembakan sesama anggota polisi antara Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan Bharada RE (E).

Kasus yang masih menjadi sorotan banyak kalangan itu terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga pada Jumat, 8 Juli lalu.

BACA JUGA: Ibu Brigadir J Menangis Histeris, Sebut Nama Istri Ferdy Sambo Sebelum Pembongkaran Makam

Berbagai informasi beredar di media sosial tak terbendung. Devie mengatakan tak bisa dipungkiri informasi di media sosial bergerak cepat dalam kasus Brigadir J dengan minimnya data dan fakta dari penyelidikan menyeluruh.

“Dalam konteks kasus Brigadir J, awal viralnya kasus ini jelas berangkat dari opini yang begitu sengkarut. Justifikasi yang santer pada awal sebuah kasus yang digiring opini publik, tak jarang memberikan dampak negatif orang yang tidak bersalah,” kata Devie di Jakarta pada Selasa .(26/7)

BACA JUGA: Beberapa Bagian Tubuh Brigadir J Akan Dibawa ke Jakarta, Kenapa Tidak di Jambi?

Saat ini, kata dia, proses penyelidikan kasus Brigadir J terus berlangsung dengan mengumpulkan fakta dan data yang sebenarnya. 

Komnas HAM juga sempat menyampaikan ada kejanggalan dari pengungkapan kasus Brigadir J tersebut.

BACA JUGA: Jelang Ekshumasi untuk Autopsi Ulang Brigadir J, Rosti Menangis Histeris

Namun, Devie meminta semua pihak tetap menunggu hasil penyelidikan ini hingga tuntas. Dia khawatir tuduhan dan opini yang liar tanpa bukti bisa merusak reputasi banyak pihak.

“Akan menjadi bijak, bila kita semua mengawal terus kasus Brigadir J. Berbagai kasus yang viral lainnya di media sosial dengan pikiran terbuka, dan memberikan kesempatan para ahli yang sesuai kompetensinya untuk mengumpulkan data-data obyektif,” sambungnya.

Menurutnya, tidak semua informasi di media sosial menjadi berkah, justru sebagian menjadi bencana yang diwarnai banyak prasangka.

Dia tak menampik, memang pergeseran informasi sangat cepat saat ini. Terdapat juga informasi-informasi yang positif dan membangun.

“Tetapi sering juga kita temui informasi yang tidak bermanfaat, bahkan opini tidak berimbang. Gulungan informasi viral menjadi alat untuk menjustifikasi sebuah pembenaran yang terus disebarkan, dan justru mengaburkan kebenaran,” ujarnya.

Devie mengingatkan publik bahwa media sosial menciptakan ruang tanpa tuan dan tanpa batas, yang memungkinkan setiap pengguna beraksi bebas kadang hingga kebablasan. Oleh karena itu, publik harus bisa menyaring berbagai informasi yang beredar.

“Dari beberapa kasus viral di media sosial, tak jarang tuduhan-tuduhan yang berujung kesalahan. Jari-jari netizen yang pada awal kasus viral pun tidak terkena pertanggungjawaban,” ucapnya. (flo/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler