Di Depan Jokowi, BGI Sebut Investor Tiongkok Tertarik Berinvestasi

Senin, 15 Mei 2017 – 01:04 WIB
Perwakilan BGI Paramitha Ersan dan Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, BEIJING - Best and Grow Investment (BGI) melaporkan perkembangan rencana pengembangan kawasan dermaga industri terpadu kepada Presiden RI Joko Widodo dalam Forum Investasi Dunia,  One Belt One Road di Beijing pada 14 -15 Mei 2017.

BGI berencana membangun kawasana dermaga niaga terpadu di Medan.

BACA JUGA: Investasi Menjanjikan di Medan Ditawarkan ke Tiongkok

Proyek ini menelan biaya mencapai Rp 100 triliun .

BGI memanfaatkan Forum Investasi Dunia di Tiongkok ini untuk menjaring investor.

BACA JUGA: Indonesia Promosi Sejumlah Potensi Investasi di Tiongkok

Perwakilan BGI Paramita Ersan menyampaikan kepada Jokowi bahwa investor di Tiongkok tertarik menanamkan investasi di Indonesia.

Hal itu seiring laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus bergerak naik. Grafik meningkat ini tentu berkat kerja keras pemerintah era Jokowi.

BACA JUGA: Investor Tiongkok Tertarik Tanam Modal di GIIPE

Dalam kesempatan itu, Ersan mengucapkan terima kasih kepada Jokowi karena telah memberikan iklim kondusif di dalam negeri.

Kondisi itu menciptakan daya tarik bagi para investor.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto telah menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan angka positif.

Bahkan, Luhut meminta investor tak cemas karena pemerintah telah menghapus regulasi memberatkan bagi para calon penanam modal.

BGI sendiri optimistis dermaga Industri Golden Interegated Industrial Port (GIIPE) bakal meningkatkan sektor ekonomi makro di Indonesia.

Sebab, GIIPE yang berlokasi di Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara berada di area yang sangat strategis.

GIIPE terletak 16 kilometer dari pusat Kota Medan dan 3,5 kilometer dari Bandara Internasional Kuala Namu.

GIIPE juga hanya berjarak 9,5 kilometer dari pelabuhan Belawan.

GIIPE menempati lahan seluas 2.000 hektare dan masih akan melakukan ekspansi lahan seluas 1.000 hektare.

Project GIIPE terbagi dalam power plant seluas 200 hektare, seaport seluas (200 hektare), industrial estate (1.000 hektare), residential (200 hektare), cruise port, Golf & Palm Resot (100 hektare), central business district (300 hektare).

Total nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau lebih dari Rp 100 triliun.

 Pelabuhan laut dalam kawasan ini akan meminimalkan biaya logistik yang biasanya terjadi karena jauhnya akses kawasan industri dari pelabuhan.

Terintegrasinya kawasan industri dengan pelabuhan laut dan kawasan hunian serta kelengkapannya dalam satu paket merupakan nilai keuntungan tersendiri bagi para investor yang ingin bergabung bersama Best & Grow Investmen dalam mengembangkan GIIPE. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Jokowi, Mohon Turun Tangan Atasi Masalah Bangsa


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler