Di Kafe Remang-remang itu Dia Bertanya..Ingin Cari Bayaran Menggiurkan?

Senin, 11 Januari 2016 – 13:51 WIB

jpnn.com - SEKS. Siapa yang tak butuh seks? Namun terkadang cara pelampiasan maupun proses mendapatkannya, mengundang perdebatan bahkan ada yang melanggar norma hingga hukum.

Transaksi seks bebas di Sorong, cukup unik untuk diketahui. Hampir sama dengan di daerah lain, ada pelaku, makelar dan si Hidung Belang. Transaksi seks di ibu kota Papua Barat itu menjadi investigasi khusus tim Radar Sorong. 

BACA JUGA: Bom Palsu Hebohkan Pengunjung Mall, Ini Fotonya

Transaksi di kafe remang-remang yang ada di sepanjang Tembok, Sorong berlangsung terbuka. Memang tidak semua kafe dijadikan ajang transaksi. Tetapi di kafe tertentu, transaksi ini berlangsung terbuka. 

Kafe remang-remang yang dijadikan tempat transaksi seks ini dibilang gila, karena terbuka. Siapa yang datang di kafe tersebut akan langsung dihampiri dengan pertanyaan. “Ingin cari pekerjaan dengan bayaran menggiurkan?” tanya seorang makelar seks yang menghampiri tim Radar Sorong.

BACA JUGA: Bu Susi, Ada 9 Kapal Hilang di Mimika Secara Misterius, Serius!

Tak tanggung-tanggung si makelar seks ini langsung meminta nomor HP untuk kelanjutan transaksi seks terbuka tersebut. Ya, malam itu sekitar pukul 23.30 WIT, tim sengaja datang untuk membaur bersama pelanggan lainnya. Tim sengaja berdandan seksi untuk memudahkan dalam memancing pandangan sang makelar seks. 

Sesampainya disana, beberapa pria ‘mata keranjang’ langsung menghampiri dan mencoba mengajak berbincang. Tentunya dengan bujuk rayu dan kalimat yang sok akrab. Awalnya tim merasa cangung karena ini pengalaman investigasi pertama kali di dunia malam. Namun demi mengungkap kebenaran isu yang berkembang di masyarakat, tim melanjutkannya. 

BACA JUGA: Tahan Napas Anda! Ada Ular Berlafaz Allah, Ini Wujudnya

Selang beberapa saat seorang wanita yang kami incar pun muncul, ya makelar seks yang datang menghampiri. Tanpa ragu ia langsung menanyakan apakah ingin bekerja dengan gaji banyak. “Asli orang mana? Sudah menikah? Mau kerja dengan uang besar kah?” cecarnya.

Merasa apa yang ditargetkan muncul, salah seorang dari tim pun mulai meladeni perbincangan itu. “Saya dari Jawa, mau sih tapi saya ada anak satu dan saya sudah janda,” ujar Radar Sorong.

Setelah melakukan perjanjian atau kesepakatan, makelar seks pun meminta nomor hp untuk kelanjutan transaksi itu. Agar tak curiga, malam itu sesuai arahan dari koordinator tim, tim segera pulang. 

Keesokan harinya, sekitar pukul 19.20 WIT, si Makelar Seks pun menghubungi dan meminta untuk mendatangi salah satu hotel ternama di Kota Sorong karena ada klien yang memesan PSK. "Kamu dimana? Ke hotel sekarang soalnya ada yang mau pake kau,” ujarnya via handphone. 

Dari hasil percakapan via hp tersebut  Radar Sorong pun membuat janji untuk ketemuan sekitar pukul 21.00 WIT tetapi tidak pergi karena kami hanya ingin mengetahui saja proses transaksi tersebut. Kemudian setelah pukul 21.00 WIT, si makelar pun menghubungi kembali.

“Kamu dimana? Mau kesini kah tidak. Jangan buat orang menunggu, kalau mau kerja itu cepat sudah,” ujarnya mendesak.

Dalam perbincangan itu, tim lalu mencoba mengorek informasi lebih mendalam soal tarif yang dia tawarkan. “Harga pake kamu itu sejam Rp 500.000 dan kalau semalam satu juta. Gimana kau mau toh, ke sini sudah nanti kalau memuaskan ditambah lagi,” ujarnya seolah memaksa.

Atas arahan koordinator tim, akhirnya investigasi mengungkap transaksi seks bebas dihentikan. Pasalnya, dengan berbagai pertimbangan. 

Meski sudah menghentikan komunikasi, beberapa hari kemudian ia masih terus mendesak untuk melakukan pertemuan dan menawarkan tamunya. Walau sudah dijelaskan bahwa penawaran ditolak lantaran sudah tidak berada di Sorong, namun ia masih saja menghubungi. Bahkan berlangsung kurang lebih sepekan, sebelum akhirnya tim memutuskan untuk mengganti nomor lantaran merasa terganggu.

Tujuan tim investigasi untuk mengungkap kebenaran soal isu transaksi seks bebas di kafe remang-remang sepanjang Tembok, terbukti. Tidak hanya para PSK jalanan yang nongkrong mencari mangsa di sana, melainkan ada germo dan juga makelar seks. (***/fauziah muhammad/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Foto-Foto Di Bekas Galian, Bocah SD Ini Terjatuh Lalu Tewas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler