Di Lingga Manusia Banyak Jadi Santapan Buaya, Anggota DPRD Panggil Camat dan SKPD

Selasa, 19 Mei 2015 – 22:29 WIB

jpnn.com - LINGGA - Manusia jadi korban keganasan buaya bukan pertama kali terjadi di Lingga. Putri, 8, warga kampung Dapur Arang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau yang jasadnya belum juga ditemukan hanyalah korban terakhir. Keberadaan buaya masih menjadi ancaman bagi manusia disana. 

Said Fakhrurazi, salah seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga membenarkan bahwa tewasnya Putri menambah ketakutan tersendiri bagi warga disana. Tewasnya Putri menambah rentetan kejadian serangan buaya terhadap manusia di Pulau Lingga. 

BACA JUGA: Diduga Dimakan Buaya, Pencarian Putri 8 Tahun Dihentikan

Sebelum kejadian di Kelumu, kejadian serupa akhir tahun 2014 lalu juga terjadi di Sungai Pinang. Korban yang bernama Saleh, juga lenyap. Sementara di Budus, ditambahkan Said, awal 2015 seorang warga juga digigit buaya saat nyondong udang. Namun korban berhasil melepaskan diri dan mendapat perawatan di rumah sakit (RS).

"Ini kejadian yang kesekian kalinya," jelas Said.

BACA JUGA: Kota Pintar Ini Tebar Puluhan CCTV Awasi Kemacetan dan Kejahatan Jalanan

Ia berharap, tindak lanjut dari kejadian ini cepat dicarikan solusi. Sebelum korban bertambah banyak. Ia juga mengatakan, populasi buaya yang merata di seluruh sungai di Lingga sangat mengkhawatirkan.

Sementara ditempat terpisah, Muhammad Nizar, ketua DPRD Lingga mengatakan ikut berduka terhadap kejadian yang menimpa Putri.

BACA JUGA: Duh... Gaji Tak Cukup untuk Poya-poya Sopir Ambulance Edarkan Sabu

"Kami turut berduka, semoga Allah memberikan kesabaran dan ketahaban bagi keluarga yang ditinggalkan," ungkap Nizar. 

Menanggapi isu populasi buaya yang semakin meresahkan, Nizar mengatakan dalam waktu dekat DPRD akan memanggil semua camat dan SKPD terkait, untuk membicarakan langkah bijak menanggulangi predator buaya ini.

"Kami akan memanggil camat dan SKPD terkait untuk membicarakan bagaimana penaganan buaya sementara, sebelum program dijalankan," ujarnya.

Namun, secara pasti ia mengatakan, belum tau langkah seperti apa yang akan di ambil. "Nanti kami akan berdiskusi dulu, mencari langkah apa yang harus diambil dalam waktu dekat," katanya.

Selain itu, Nizar juga menghimbau, agar masyarakat di pulau Lingga untuk tetap berhati-hati saat mencari rezeki di sungai.

Sementara itu, di Daik Lingga sendiri, sejak dua hari belakangan, buaya ditemukan warga masuk dekat pemukiman. Sungai Daik dan Tanda, menjadi salah satu lokasi tempat berkembang biaknya hewan ini.

Kondisi ini, benar-benar membuat khawatir warga, sebab sungai tempat warga mandi dan mencari ikan maupun udang sudah tak nyaman lagi. (cr11/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembalak Liar Ini Kabur Tinggalkan Sepeda Motor dan 54 Batang Kayu Ilegal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler