Di Sini, Bandar Divonis Mati tak Segera Dieksekusi

Rabu, 15 Maret 2017 – 17:35 WIB
Penangkapan anggota sindikat peredaran narkoba. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan sikap Badan Nasional Narkotika (BNN) yang tegas dalam forum Komisi Obat-obatan Narcotic (CND) di Wina, Austria, patut diapresiasi dan perlu didukung jajaran kepolisian, kejaksaan, hakim, dan pemerintah secara nyata dan serius.

“Sehingga pemberantasan narkoba di Indonesia bisa benar benar solid serta membuat para bandar maupun jaringan internasional takut masuk ke Indonesia,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Rabu (15/3).

BACA JUGA: Gara-Gara Mengisap, Terancam 20 Tahun Penjara

Dalam Forum CND ini BNN mengirimkan lima delegasinya. Berdasarkan pantauan IPW, dalam forum CND itu BNN lewat ketua delegasinya Irjen Arief Wicaksono mengatakan Indonesia tetap komit memerangi peredaran dan penggunaan narkoba.

Tapi mengingat perdagangan narkoba merupakan kejahatan tergorganisir dan lintas batas, penanganannya tidak bisa dilakukan tanpa kerjasama antarnegara.

BACA JUGA: Heboh Permen Narkoba di Surabaya, BNN Gelar Razia

Neta menilai apa yang dikatakan Arief adalah sebuah fakta yang patut dicermati, terutama oleh pemerintah dan segenap bangsa Indonesia.

Apalagi sekarang ini, jumlah narkoba yang masuk ke Indonesia lewat negara tetangga kian deras. Ironisnya, di negara tetangga relatif aman dari serangan narkoba.

BACA JUGA: Lagi, Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Medan

Mengapa para bandar dan jaringan internasional takut masuk ke negara tetangga? Menurutnya karena pemerintah dan aparaturnya solid untuk bertindak tegas.

“Para bandar bisa dengan cepat mereka eksekusi mati, sehingga ada efek jera,” tegasnya.

Sedangkan di Indonesia, pemerintah dan aparaturnya tidak solid dalam bersikap menghadapi para bandar dan jaringan internasional.

Akibatnya, hukuman terhadap para bandar sangat bervariatif dan cenderung ringan.

Bahkan bandar yang sudah divonis mati tak kunjung dieksekusi.

“Akibatnya, para bandar bisa kembali berkolusi dengan oknum dan mengedarkan narkoba dari dalam penjara,” papar Neta.

Dia menegaskan, ketidaksolidan aparatur pemerintah ini membuat Indonesia terus menerus menjadi bulan-bulanan bandar narkoba. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dor..Dor.. 2 Bandar Narkoba Mati, Satu WN Taiwan


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler