Di Tengah Hujan Deras, BEM Aliansi Jakarta Gelar Aksi Tolak Dirjen Pajak

Senin, 12 Januari 2015 – 18:37 WIB
Di Tengah Hujan Deras, BEM Aliansi Jakarta Gelar Aksi Tolak Dirjen Pajak. Foto: istimewa

jpnn.com - JAKARTA - Sekitar 120 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) aliansi Jakarta menggelar aksi demo di Istana Jakarta, Senin (12/1). Aksi di tengah guyuran hujan deras ini menuntut agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan tracking terhadap tujuh calon Dirjen Pajak yang masuk di Panitia Seleksi (Pansel).

Koordinator Aksi Presiden Aliansi BEM Jakarta, Ahmad Taufik Akbar mengatakan, tracking dilakukan agar Jokowi tidak memasukkan orang yang terindikasi korupsi dan memiliki rekening gendut. 

BACA JUGA: Puan Harapkan Pengusaha Muda Ciptakan Banyak Terobosan

Tracking juga dilakukan agar peserta calon Dirjen Pajak yang memiliki sensasi bisa lolos dan menduduki jabatan penting di sektor penerimaan negara. "Presiden harus melakukan tracking agar Dirjen Pajak diisi orang bersih," kata Ahmad Taufik Akbar yang berasal dari BEM Trisakti ini. 

Seperti diketahui berdasarkan seleksi final Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Pansel Pajak), Kemenkeu yang dipublikasi melalui Pengumuman No PENG-11/PANSEL/2014, diketahui telah diloloskan 7 calon.

BACA JUGA: Hujan Terus, Cabe Rawit Tembus Rp 115 Ribu

Namun lolosnya 7 calon Dirjen Pajak tersebut mengundang tanda tanya publik. Sebab, ada sejumlah nama yang sangat layak karena memiliki track record bagus justru tidak diloloskan. Apalagi Pansel juga tidak menjelaskan kriteria penilaiannya ke publik. Termasuk jika ada penilaian dari KPK maupun PPATK.  

Padahal sebelumnya Pansel, menurut demonstran, telah melakukan kesalahan dan kecurangan terkait beberapa hal, sebut saja ketika ada pembuatan makalah yang dilakukan Pansel, salah satu peserta tidak melakukan ketentuan yang diterapkan oleh pansel. Ketentuan tersebut adalah peraturan, hanya gara gara lupa membawa kacamata dan suka gemetar kalau menulis cepat menggunakan komputer, sehingga pansel meloloskan penulisan makalah dengan tulisan tangan, di tambah lagi peserta yang baru beberapa bulan aktif dari cuti di luar tanggungan negara sehingga tidak memiliki DP3 tahun 2012 dan 2013 serta masih pelaksana tetap diloloskan sebagai peserta dan masih banyak lainnya lagi.

BACA JUGA: Jokowi Sebut Pemilihan Ketua HIPMI Seperti Pilpres

"Kami, sebagai mahasiswa kecewa, mahasiswa membuat makalah salah atau kurang sempurna saja di cacimaki oleh dosen, apalagi ini seleksi buat Dirjen Pajak, harusnya lebih selektif lagi," ujar Presiden Aliansi Mahasiswa Jakarta, Ahmad Taufik Akbar dari Universitas Trisakti.

Ahmad menjelaskan, rekam jejak 7 calon yang diloloskan sangat mengkhawatirkan. "Catur Rini Widosari, Sigit Priadi P, Suryo Utomo, Poltak Maruli Jhon Liberty Hutagaol, Puspita Wulandari, Ken Dwijusetiadi dan Rida Handanu punya catatan rekam mengkhawatirkan. Maka pantas jika kami meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk berhati hati mengambil keputusan," sebut para demonstran.

Lebih jauh para pendemo itu juga berharap, agar pansel yang sudah melaksanakan tugasnya dengan tidak terhormat agar diperiksa oleh pihak terkait dan menindak tegas atas keputusan dan penilaian yang tidak sportif. "Dugaan kami ada skandal dan ada kepentingan terselubung," tandas Ahmad Taufik. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Komisi V Tolak Penghapusan Ongkos Pesawat Murah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler