Diancam Digugat, ANTV Janji Evaluasi King Suleiman

Rabu, 07 Januari 2015 – 15:06 WIB
Diancam Digugat, ANTV Janji Evaluasi King Suleiman

JAKARTA - Manajemen stasiun televisi swasta ANTV berjanji akan mengevaluasi penayangan film King Suleiman (Abad Kejayaan). Keputusan itu diambil setelah banyaknya protes dan kritikan terhadap film yang banyak mendistorsi sejarah Islam dan melecehkan Sultan Suleiman.
 
"Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran bapak-bapak dari KMJ. Semua masukan dan saran-saran yang disampaikan akan kami perhatikan dengan baik. Kami segera membicarakannya dengan Dewan Direksi lainnya begitu mereka kembali dari berlibur," ujar Direktur ANTV Risa Maharmila saat menerima kedatangan Korps Muballigh Jakarta (KMJ), di kantornya, Jakarta, Selasa (6/1).

Apresiasi dan penghargaan atas masukan KMJ juga disampaikan Corporate Communication ANTV Nugraha Agung Prasetyo. Dia menyatakan, pihaknya sama sekali tidak bermaksud melakukan pelecehan terhadap Khalifah Sulaiman melalui penayangan film tersebut. Secara internal, lanjut dia, tim ANTV juga sudah melakukan self sensor.

BACA JUGA: Mubalig Ancam Gugat ANTV Bila tak Hentikan Tayangan King Suleiman

"Selain itu, film King Suleiman sudah lolos sensor dari Lembaga Sensor Film sehingga kami berani menayangkan. Meski demikian, kami sangat menghargai perhatian dan masukan dari para ustadz KMJ. Ini akan kami jadikan evaluasi internal," ujar Agung.

Sebelumnya, Korps Muballigh Jakarta (KMJ) mendesak ANTV segera menghentikan penayangan film King Suleiman. Ketua Umum KMJ KH Muhammad Shobari mengatakan, tayangan tersebut telah mendistorsi sejarah Islam, merendahkan wanita Islam dan melecehkan para Khalifah. (Baca: KMJ Desak ANTV Hentikan Tayangan King Suleiman). (rus/rmo/jpnn)

BACA JUGA: Polisi Selidiki Pemasok Narkoba Fariz RM

BACA JUGA: Fariz RM Dibekuk Usai Rayakan Ultah

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fariz RM Ditangkap saat Main Gitar Sambil Hisap Ganja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler