Diaz Hendropriyono Ajak Milenial Utamakan Keselamatan Berkendara

Minggu, 14 April 2019 – 18:48 WIB
Pendiri #DengarYangMuda Diaz Hendropriyono (Vespa merah) bersama 300 bikers pengendara berbagai komunitas motor gede (moge) Indonesia mengelar #RoadSafetyForBikeLovers di Jakarta, Minggu (14/4). Foto: DengarYangMuda

jpnn.com, JAKARTA - Pendiri #DengarYangMuda Diaz Hendropriyono bersama 300 bikers pengendara berbagai komunitas motor gede (moge) Indonesia mengelar #RoadSafetyForBikeLovers di Jakarta, Minggu (14/4).

Dia mengendarai Vespa merah dari kantor Staf Khusus Presiden di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, ke Jalan Gunawan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Remaja Pengemudi Pajero yang Tabrak Tukang Parkir Jadi Tersangka

Acara #DengarYangMuda volume ke-15 ini  dihadiri juga oleh komunitas bikers.

Di antaranya ialah Motor Besar Club Indonesia (MBCI) dan The Litas Jakarta yang dibesut Ipoet Kusumonegoro, putri Indro Warkop DKI.

BACA JUGA: Remaja 18 Tahun Berkendara Pajero Tabrak Tukang Parkir Hingga Tewas

Selain itu, turut hadir Rudi Soedjono dari Flying Piston Garage dan Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Diaz yang juga staf khusus presiden mengajak pengguna jalan di lalu lintas  tertib dalam berkendara.

BACA JUGA: Di Depan Ribuan Massa, Diaz Hendropriyono Yakin PKPI Tembus PT

“Melalui event ini, pemerintah berharap para bikers dapat turut menjadi agen perubahan dalam konteks membangun budaya berkendara yang menjunjung tinggi keselamatan,” kata Diaz.

Diaz menambahkan, angka kecelakaan di jalan raya mencapai lebih dari 100 ribu per tahun. Sebanyak 70 persen di antaranya ialah kalangan muda.

“Tentu kami sangat peduli karena kecelakaan ini menjadi ancaman khususnya milenial sebagai tulang punggung masa depan Indonesia. Jangan biarkan mereka jadi korban lalu lintas kendaraan bermotor karena minimnya informasi yang didapat,” imbuh Diaz.

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menambahkan, acara itu memberi kesadaran dan peringatan bagi pengguna jalan.

“Menekan angka kecelakaan itu, ya, dari diri sendiri. Karena itu, dibuat acara ini guna menyadarkan publik secara luas agar mementingkan keselamatan dan etika berlalu lintas,” jelas Jusri.

Dia juga berharap pembalap liar segera menghentikan perlombaannya di jalan raya. Sebab, balap liar bisa membahayakan nyawa pengguna jalan lainnya.

“Balap liar itu bukan bentuk tanggung jawab, apalagi tingkat keamanannya sangat rendah dan mengancam pengguna lalu lintas  lainnya. Hal ini tentu berbeda dengan pembalap yang tanding di sirkuit,” ungkap Jusri.

Direktur Regident Korlantas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Halim Pagarra menambahkan, dalam setiap berkendara harus mengingat prinsip 3 Siap.

“Pertama, siap diri yang berarti harus sadar dan memiliki surat (kendaraan) yang lengkap. Kedua, siap kendaraan atau pastikan kendaraan layak jalan. Ketiga, siap mematuhi peraturan lalu lintas,” ujar Halim.

Sementara itu, vokalis Repvblik Ruri Herdian mengaku selalu memegang teguh prinsip keselamatan berkendara.

“Saya memang tak suka ngebut karena tahu risikonya, apalagi keluarga menunggu di rumah,” tutur Ruri. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ngebut, Reno Tewas Tabrak Pohon


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler