Diboikot Wartawan, Pimpinan Siaran di Radio KPK

Senin, 25 November 2013 – 16:34 WIB
Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat berjalan menuju ruang Auditorium gedung KPK, Jln Rasuna Sahid, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/11), untuk menggelar konferensi pers mengenai pemeriksaan Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Boediono di Kantor Wapres, Sabtu (23/11). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rencananya melakukan konferensi pers terkait pemeriksaan Wakil Presiden Boediono pada Sabtu (23/11) lalu. Mantan Gubernur Bank Indonesia itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Awalnya Juru Bicara KPK Johan Budi SP membuka jumpa pers yang dihadiri oleh pimpinan KPK antara lain Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Selain itu juga tampak Deputi Penindakan Warih Sardono.

BACA JUGA: Potensi Konflik Pemilu 2014 Ada di KPU

"Baik teman-teman nanti disampaikan penjelasan resmi berkaitan dengan proses yang dilakukan penyidik KPK di istana Wapres, Sabtu lalu," kata Johan sebelum jumpa pers di KPK, Jakarta, Senin (25/11).

Namun, sebelum pimpinan KPK memberikan penjelasan resmi, wartawan meminta waktu untuk menyampaikan pendapat terkait pemeriksaan Boediono di kantor Wapres.

BACA JUGA: Muhaimin Klaim Jalankan Rekomendasi Panja Outsourching

Salah seorang wartawan dari surat kabar nasional menyampaikan kritikan kepada pimpinan KPK. Menurutnya, wartawan menginginkan pimpinan KPK bisa setara dalam memberikan informasi.

"Kami sungguh-sungguh benar-benar merasa kecewa akhirnya kami baru mendapat kepastian bahwa pemeriksanan Boediono dilakukan hari Sabtu. Kami ingin menyampaikan bahwa kami menginginkan pemimpin KPK bersikap setara terhadap semua media massa dan semua informasi," katanya.

BACA JUGA: Staf MA Dituntut Tiga Tahun Penjara

Karena itu, jika KPK hanya menjelaskan pemeriksaan Boediono hari Sabtu tidak usah dilakukan. "Itu sudah sangat basi. Kami menginginkan pemimpin KPK memberikan informasi lebih jauh, bukan hanya sekedar pemeriksaan hari Sabtu," ujarnya.

Sementara itu salah seorang wartawan televisi nasional menyayangkan sikap KPK saat ini. Artinya KPK mendekati tahun politik semakin tergerus transparansinya.

Ia pun menyayangkan pemeriksaan Boediono dilakukan di kantor wapres. Pasalnya Wakil Presiden RI periode 2004-2009, Jusuf Kalla menjalani pemeriksaan di KPK. Pria yang disapa JK ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus Century pada Kamis (21/11).

"Ini ada apa sih sebenarnya, apa bedanya JK dengan Boediono. Ini jadi pertanyaan, anda katanya menerapkan hukum semua sama di depan hukum, faktanya apa? Artinya teman-teman di sini sudah sangat kecewa. Sudah tidak ada lagi transparansi, semua dibatasi informasi, jangan sampai dengan alasan penyidikan, itu jadi diperjualbelikan," katanya.

Akhirnya semua wartawan meninggalkan ruangan tempat jumpa pers dilakukan.

Karena diboikot wartawan, Bambang Widjojanto memutuskan untuk menyampaikan soal pemeriksaan Boediono lewat streaming di Radio Kanal KPK. Bambang menyatakan, KPK memeriksa Boediono pada Sabtu (23/11) sejak jam 10.00 WIB.(gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mulai 2014, Setiap PNS Wajib Ikut Diklat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler