Dicekik, Diperkosa, Lalu Dibunuh

Kamis, 29 September 2016 – 10:58 WIB
Ilustrasi. Foto;:dok JPNN

jpnn.com - MEDAN - Polresta Medan akhirnya menjawab teka-teki kasus pembunuhan perempuan, yang mayatnya dibuang ke bekas galian lahan garapan eks PTPN 2, Jalan Pasar 9, Desa Bandarklippa, Kecamatan Percut Seituan, Medan, Sumut. Ternyata, korban Siti Habibah, 16, dibunuh pacarnya sendiri.

Pelaku yang diburon polisi hampir 2 pekan, akhirnya berhasil diringkus, Rabu (28/9) dini hari, sekira pukul 01.00 WIB. Pelaku pembunuhan keji ini bernama Ismail (20), diringkus personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, di bawah Fly Over Amplas.

BACA JUGA: Catat! Ini Jadwal Episode Lanjutan Sidang Jessica

Motif pelaku membunuh pacarnya lantaran sakit hati. Sebab, pujaan hatinya memiliki pacar lain. “Tersangka sudah merencanakan membunuh karena sakit hati, korban ada pacar lain,” ungkap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto seperti diberitakan Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini (29/9).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Mardiaz, kasus pembunuhan ini bermula ketika tersangka menjemput korban di tempatnya bekerja kawasan Batangkuis, Deliserdang, 16 September lalu. Korban yang masih duduk di bangku SMA ini, juga nyambi bekerja paruh waktu di biro travel.

BACA JUGA: Ajaran Dimas Kanjeng: Bayar Mahar Terus, Gelang Biasa Bisa Berubah jadi Emas

Malam itu, pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 warna merah hitam, plat polisi BK 5292 II, menjemput korban, menuju tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan. “Setelah dijemput, lalu dibawa ke TKP pembunuhan. Saat itu, tersangka mencekik korban hingga lemas. Setelah lemas, lalu diperkosa,” beber Mardiaz.

Berhasil menyalurkan nafsu birahi dan menghabisi nyawa korban, pelaku makin bertindak keji. Harta benda korban berupa 2 unit handphone dan 1 unit laptop, digasak pelaku. Lalu, pelaku meninggalkan lokasi kejadian dengan keadaan korban meninggal dan posisi telungkup. “Dua hari kemudian, jasad korban ditemukan oleh tukang arit rumput yang menyium bau busuk. Korban ditemukan dalam kondisi bagian wajah yang sudah tak dikenali lagi,” sambung Mardiaz.

BACA JUGA: Petugas Cleaning Service Menikah di Kantor Polisi, Ternyata...

Petugas Polsek Percut Seituan yang mendapat laporan penemuan mayat, mendatangi lokasi untuk menyelidiki penyebab korban tewas. Setelah identitas korban dikantongi, polisi mendapati adanya tanda-tanda penganiayaan di sekujur tubuh korban.

Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan siapa pelaku pembunuhan. Akhirnya, pelaku yang diketahui warga Jalan Pasar 4 Jati, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang ini, diringkus personel. “Setelah dilakukan penyelidikan, petugas menangkap satu pelaku utama pembunuhan. Selain itu, ada lima pelaku ikut diamankan, yang menjual barang-barang korban,” beber Wadir Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut ini.

Kelima pelaku yang membantu menjual barang korban, yakni MAP (19), KT (19), JA (19), US (30), dan KSN (42). Kelimanya merupakan warga Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Dari tangan Ismail, polisi menemukan kalung dan SIM-card milik korban. Selain itu, juga ditemukan pakaian yang digunakan saat melakukan pembunuhan.

Dari MAP disita 1 unit sepeda motor Honda Supra X 125 merah hitam dengan pelat nomor BK 5292 II. Dari tersangka lain, juga disita Laptop Acer dan smartphone Blackberry serta Samsung lipat, milik korban. Akibat ulahnya, pelaku Ismail disangkakan Pasal 340 dan 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman seumur hidup. (ted/saz/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dasar Bejat, Ada Bapak Tega Menggauli Putri Sendiri Sampai 7 Kali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler