Dicuekin Jokowi, RJ Lino Mestinya Segera Dicopot

Selasa, 15 Desember 2015 – 13:44 WIB
Dirut PT Pelindo II, RJ Lino (tengah). FOTO: DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Presiden Joko Widodo dan rombongan, akhir pekan lalu, menyambut kedatangan kapal pengangkut ternak buatan dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Ironisnya, kedatangan kepala negara ke atas kapal KM Camara Nusantara 1 itu tidak melibatkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Richard Joost Lino. Padahal RJ Lino bertindak sebagai tuan rumah.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi di Jakarta, Selasa (15/12), mengatakan tidak dilibatkannya RJ Lino sebagai tuan rumah di Pelindo II adalah sinyal jelas untuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BACA JUGA: Ruhut: Tagline Saya Sudahlah Novanto, Mundurlah Kau

Menurutnya, Presiden Jokowi bukan tipe pemimpin yang mudah cuek atau meremehkan orang lain, apalagi setingkat Dirut Pelindo II seperti RJ Lino, yang dalam konteks ini merupakan tuan rumah.

“Jadi kalau faktanya RJ Lino tidak dilibatkan atau dimarjinalkan, itu sudah merupakan peringatan keras bagi Menteri BUMN untuk segera memberhentikannya,” kata Adhie.

BACA JUGA: Anggap Novanto Gagal, Anak Agung Laksono Gabung #SaveDPR

Mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan, ini pasti bukan kecelakaan protokoler, sebab lazim dalam persiapan kunjungan Presiden, siapa saja yang diundang, siapa yang jadi tuan rumah, pasti akan dicek berulang-ulang.

“Jadi ketidakberadaan RJ Lino dalam acara ini sudah merupakan bagian dari acara Kepresidenan. Sebagai orang yang pernah berada di ring satu presiden, saya paham betul soal signal ini," katanya.

BACA JUGA: Tujuh Fraksi DPR Kompak Desak Setya Novanto Lengser

Terpisah, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita pun meminta Menteri BUMN segera menggantikan RJ Lino pada tahun 2015 ini agar kasusnya tidak berlarut sampai 2016. Apalagi kasus PT Pelindo II di Bareskrim Mabes Polri terus berlanjut sampai saat ini dan Lino sudah diperiksa berkali-kali bahkan sudah digrebek.

“Kami harapkan pansus segera memberikan hasilnya mengenai Pelindo II. Kasus yang lebih besar dari JICT yaitu New Priok harus segera dibuka.Jangan sampai kasus Pelindo II ditutup sebagai kompromi politik yang sekarang lagi gaduh,” ujarnya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Reaksi Kapolri Setelah Setnov Laporkan Menteri ESDM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler