Diduga Ada Masalah Ekonomi, Kristian Bunuh Diri di Rumahnya

Kamis, 05 Oktober 2017 – 16:36 WIB
Warga berkumpul di rumah korban/ foto : New Tapanuli/JPG

jpnn.com, TOBASA - Kristian Sihaloho, 29, warga Dusun 1 Lumban Sirait, Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Sumut, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Rabu (4/10) kemarin.

Dia nekat bunuh diri diduga karena tekanan kesulitan ekonomi. Di sekitar lokasi penemuan jasad korban, ditemukan surat yang diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya.

BACA JUGA: Mira Teriak Lihat Suami Tewas dengan Cara tak Wajar

“Aku tidak butuh apa-apa lagi di dunia ini. Aku hanya ingin kalian semua anak-anak aku jadi orang sukses, biar gak seperti aku ini hanya budak yang tidak tau diri.”

Demikian sepenggal surat yang diduga ditulis almarhum Kristian Sihaloho sebelum dia nekat gantung diri.

BACA JUGA: Istri Jerit Histeris Saat Lihat Suami Tergantung di Dapur

Seperti dilansir New Tapanuli (Jawa Pos Gorup) hari ini, korban ditemukan tergantung dengan tali ayunan di ruang tengah rumahnya, Rabu (4/10) sekira pukul 06.00 WIB.

Orang pertama yang melihat jasad korban adalah istri almarhum, H br Gultom. Saat bangun pagi, H br Gultom kaget menyaksikan suaminya yang tergantung di ruang tengah.

BACA JUGA: Pejabat Rame-Rame Mundur, Ada Apa dengan Bupati Ini?

Menyaksikan kejadian itu, dia segera memanggil tetangga untuk menurunkan korban. Sayang, suaminya tak lagi bernyawa.

Selain tulisan di kertas, almarhum juga meninggalkan pesan melalui tulisan dalam kaos oblong warna putih yang berbunyi: “Hati yang terluka, siapa aku ini 7 Haloho yng tak punya ibu dan ayah, budak bukan manusia, pelengkap saja aku. Seorang budak kasih kerja biar bisa makan. Aku bukan apa apa di dunia ini hanya orang yang tak tau diri.”.

Informasi dihimpun, almarhum sudah sering bertengkar dengan istrinya diduga akibat faktor ekonomi. Bahkan almarhum dengan istrinya sudah satu minggu tidak bertegur sapa, meski mereka masih tinggal dalam satu rumah.

Seperti pengakuan Kepala Desa Sigapiton J Efentus Gultom. Melalui telepon selulernya, Efentus mengakui bahwa almarhum dengan istrinya pernah bertengkar.

“Biasalah, masalah keluarga. Tetapi si korban langsung mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri,” katanya.

Kapolsek Lumban Julu AKP Hermansyah melalui Kanit Reskrim Iptu D Habeahan membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kejadian itu diyakini murni bunuh diri dibuktikan dengan barang bukti yang ditemukan.

“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia diotopsi, yang ditandatangani istri almarhum, mertuanya serta Kepala Desa Sigapiton,” tandasnya.

Diketahui, almarhum selama ini menghidupi istri dan 3 orang anaknya dengan bertani. Diduga karena himpitan ekonomi, almarhum nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri saat istri dan anak-anaknya sedang terlelap. (ft/os)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bujangan Stres Gantung Diri, Sempat Dikira Orang-orangan


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler