Diduga Data Pribadi 279 Juta WNI Bocor, Begini Keterangan Kemenkominfo

Kamis, 20 Mei 2021 – 23:37 WIB
Keamanan data pribadi. Ilustrasi: Daily Telegraph/Alamy

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) buka suara terkait dugaan bocornya data pribadi 279 juta warga negara Indonesia (WNI).

Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatakan Direktorat Jendral Aplikasi dan Informatika (Aptika) masih bekerja untuk menelusuri dan mengungkap dugaan kasus kebocoran data tersebut.

BACA JUGA: Soal Gelombang Panas, Begini Kata BMKG, Mohon Disimak!

"Hingga malam ini pukul 20.00 WIB, tim masih bekerja dan sejauh ini belum dapat menyimpulkan telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga," kata Dedy, Kamis.

Untuk memastikan kembali, Ditjen Aptika hingga saat ini masih terus menelusuri dan mengembangkan hasil temuan dan akan memberikan informasi terbaru setelahnya.

BACA JUGA: Duh! Data Pribadi Mark Zuckerberg dan Pendiri Facebook Lainnya Bocor

Selain itu, koordinasi dengan instansi lainnya juga dilakukan sesuai dengan koridor yang dimiliki oleh Kemenkominfo.

Menanggapi lebih lanjut isu terkait penyebaran dan kebocoran data privasi warga Indonesia, Kemenkominfo mengimbau kepada para pengelola data pribadi untuk meningkatkan keamanan database masing-masing.

BACA JUGA: Duh! 500 Juta Data Pribadi Pengguna Facebook Dicuri Peretas

Terakhir, Dedy pun mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati- hati menjaga data pribadi mereka dan tidak menyebarkannya kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Terkait kata sandi untuk layanan digital, masyarakat juga diimbau untuk memperbarui kata sandinya secara berkala dan memastikan data yang berbentuk digital dapat lebih aman.

Sebelumnya diberitakan, beredar kabar bahwa data privasi 279 juta WNI bocor dalam sebuah forum dan hal itu ramai diperbincangkan di Twitter yang berasal dari twit @ndagels dan @nuicemedia.

Dari perbincangan warganet didapati informasi bahwa kebocoran data berasal dari situs milik BPJS, yang berisi data mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), status hidup atau mati, hingga informasi pendapatan masing-masing individu. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Telegram Terang-terangan Sindir WhatsApp, Lihat Tuh Memenya


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler