Diduga Lantaran Patah Hati, Pemuda 28 Tahun Nekat Gantung Diri

Senin, 29 April 2019 – 22:55 WIB
Petugas Reskrim Polsek Delitua melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Hartama Purba di TKP, Minggu (28/4). Foto: DIVA/SUMUT POS

jpnn.com, MEDAN - Hartama P, 28, warga perumahan Taman Angrek, Blok Catelia, No 34, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Sumut, ditemukan tewas tergantung di lorong tangga menuju lantai dua rumahnya, Minggu (28/4).

Hartama diduga nekat gantung diri karena patah hati. Saat kejadian, korban sedang berada sendirian di rumah.

BACA JUGA: Gadis 16 Tahun Nekat Gantung Diri Usai Cekcok dengan Pacar

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Idem Sitepu mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui ibu kandung Hartama, Maria S, 53, yang baru pulang dari rumah keluarga mereka.

“Hari Sabtu (27/4) sekira pukul 22.00 WIB, ibu dan pamannya Jati Bangun, pulang dari Delitua kebetulan sedang ada acara keluarga. Begitu sampai di TKP, Hartama yang tinggal di dalam rumah tidak menyahut saat dipanggil untuk membuka pintu,” jelas Idem.

BACA JUGA: Petugas KPPS di Medan Meninggal Dunia Bertambah Jadi Dua Orang

Lantaran Hartama tidak kunjung menyahut, ibu korban memutuskan untuk menginap di rumah tetangga mereka, Roy Sembiring. Ponsel Hartama juga tidak kunjung diangkat.

Pagi harinya sekira pukul 09.00 WIB, ibu korban kembali ke rumah dan meminta anaknya untuk membukakan pintu.

BACA JUGA: Bawa 992 Gram Sabu-sabu ke Rumah Mahlil, Yasir Mengaku Diupah Rp 10 Juta

“Namun, setelah berkali-kali dipanggil, pemuda itu tak juga menyahut. Ibunya kembali menelepon korban. Tapi, meski terdengar nada panggil, ponsel tersebut tak kunjung diangkat. Alhasil, ibu korban memanggil tukang untuk membuka paksa pintu terali besi,” tutur Idem.

Begitu masuk ke dalam rumah, ibu korban mulai resah karena tidak ada aktivitas di rumah itu. Dia pun mengecek ke dalam kamar, namun anaknya itu tidak ada.

“Ketika menuju tangga, di sana ibu korban melihat anaknya sudah tergantung di tangga samping kamarnya,” jelas Idem.

Kontan saja ibu korban jerit histeris. Jeritan itu mengejutkan para tetangga lainnya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Delitua. Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.

Idem menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan di jasad Hartama setelah diturunkan. Menurutnya kejadian tersebut murni bunuh diri.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” pungkas Idem.

Informasi yang dihimpun di sekitar lokasi menyebutkan, Hartama diduga patah hati sehingga nekat mengakhiri hidupnya.

Salah seorang warga sekitar yang enggan identitasnya disebutkan mengatakan, memang belakangan Hartama tampak murung, pendiam dan jarang keluar rumah. Padahal, diketahui pria ini baru lulus kuliah.

“Info-info dari warga sini kabarnya dia patah hati. Memang dia sudah jarang terlihat,” sebut seorang warga di sana.

Untuk kepentingan autopsi, jasad Hartama kemudian dibawa aparat kepolisian ke Rumahsakit Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarganya. (dvs/ala)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua TPS di Medan Gelar Pemungutan Suara Ulang


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler