Diduga Mau Culik Anak, Pemuda Babak Beluk Dihajar Warga

Sabtu, 20 September 2014 – 16:47 WIB

jpnn.com - SELATPANJANG  - MY (22), warga Ujung Air, Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, terpaksa diamankan pihak Kepolisian Resor Kepulauan Meranti setelah babak belur dihajar warga. Pria yang kesehariannya menjual ikan dan udang di pasar pagi Jalan Pelabuhan Selatpanjang itu diduga melakukan percobaan penculikan anak di bawah umur, Kamis (18/9) malam.

Kejadian tersebut bermula ketika sekitar pukul 18.30 WIB tersangka mendatangi rumah korban di Jalan Kuburan Baru, Tanjung Mayat, Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi. Tersangka menghampiri dan langsung menggendong Zikriansyah (7) untuk dibawa keluar dari rumah korban. Tersangka terbilang nekat, pasalnya korban sedang duduk bersama orangtuanya Rusli (47).

BACA JUGA: Amunisi Kelompok Bersenjata Papua dari Filipina - PNG

"Saya suka sama anak itu," kata MY dilansir Riau Pos, Sabtu (20/9).

Tersangka melakukan dugaan percobaan penculikan dalam keadaan mabuk berat. Bahkan saat ditanyai masih belum sepenuhnya sadar. Ayah korban yang tidak mengenali tersangka malah heran melihat MY yang langsung mengambil paksa anaknya.

BACA JUGA: Pelamar CPNS Berdesak-desakan

Tidak lama berselang, datang tetangga korban turut membantu agar tersangka dapat ditangkap. Puluhan warga sekitar langsung beramai-ramai mendatangi rumah korban dan secara beramai-ramai memukul tersangka. Bahkan pukulan kayu juga sempat mendarat di wajah pelaku hingga babak belur.

Khawatir kalau tersangka MY tewas di tangan warga, akhirnya ketua RT setempat langsung berinisiatif menghubungi polisi dan menyerahkannya ke Mapolres Kepulauan Meranti. Sementara warga yang penasaran terus melakukan sweeping mengkhawatirkan jika tersangka tidak sendirian. Bahkan pihak kepolisian juga ikut melakukan sweeping, sebab diinformasikan keluarga korban bahwa aksi penculikan yang dilakukan MY tidak dilakukan sendirian.

BACA JUGA: Kemenag Persilakan Polisi Usut Kasus Guru Madrasah Cabul

"Tadi malam kami juga ikut sweeping sampai jam tiga pagi. Hampir semua tempat kami datangi, tapi empat orang yang katanya teman tersangka itu tidak ditemukan. Kami hanya khawatir kalau warga salah orang," kata Kanit Reskrim Ipda Darmanto SH ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/9).

Darmanto menyebutkan, pihaknya belum bisa meminta keterangan lebih dalam terhadap tersangka. Pasalnya tersangka masih dalam keadaan mabuk berat. Makanya setelah sadar nantinya pihak polisi baru akan kembali menanyai tersangka.

"Tersangka masih dalam kondisi mabuk. Dari interogasi yang kami lakukan, tersangka mengaku telah mengonsumsi empat karnopen dicampur 20 butir destro (dua papan) yang dicampur dengan bir ABC. Beberapa kali kami coba tanya, jawabannya selalu ngawur dan dokter yang memeriksanya juga mengatakan kalau kondisi jantungnya saat ini masih tidak menentu," kata Kanit Reskrim.

Untuk mempermudah penyelidikan, kata Ipda Darmanto SH, rencananya dokter akan memberikan obat untuk menetralkan pengaruh obat-obat yang telah dikonsumsi tersangka. "Setelah itu barulah kami lakukan pemeriksaan," ucapnya.

Ketika disinggung mengenai informasi mengenai empat pelaku lainnya, Darmanto mengaku bahwa informasi itu belum tentu benar. Selain melakukan sweeping, kepada polisi tersangka MY juga mengaku kalau ia hanya sendirian beraksi.

"Termasuk keterangan dari orangtua korban, juga mengatakan kalau tersangka hanya sendiri. Tapi kami tetap tidak percaya dan hasilnya kita tunggu saja setelah pemeriksaan nanti," pungkas Darmanto.

Kasat Reskrim, AKP Antoni L Gaol SH MH menambahkan, dugaan sementara tersangka melakukan percobaan penculikan. Dia akan memeriksa dan melakukan interogasi lebih lanjut setelah tersangka sadar sepenuhnya.(hen)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gunung Slamet Meletus, Provider Klaim Jaringan Tetap Aman


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler