Diduga Pasok Senpi ke Teroris, 5 Warga Sumsel Diciduk Densus

Senin, 11 Desember 2017 – 02:11 WIB
Personel Densus 88. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, PALEMBANG - Densus 88 Antiteror menciduk lima terduga teroris jaringan Sumatera Selatan (Sumsel).

Kelimanya ditangkap lantaran diduga ikut memasok senjata api (senpi) ilegal kepada jaringan teroris Thamrin Jakarta 14 Januari 2016 dan bom bunuh diri Mapolres Surakarta 5 Juli 2016 lalu.

BACA JUGA: Polisi Harus Perketat Pintu Keluar Masuk Kalbar

Pertama kali ditangkap, Minggu, pukul 04.00 WIB, Abu Ibrahim alias Yazid bin Sania, 29. Dia warga Gg Seroja, Dusun V, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel.

Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Yazid ini adalah rekan dari Asep Nurjaman yang ditangkap di Jl Lintas Muaradua-Liwa, Kabupaten OKU Selatan, 15 Agustus 2016.

BACA JUGA: Densus Tangkap Terduga Teroris di Bandara Supadio Kalbar

Nah, Asep itu, diduga pemasok senpi pada kelompok teroris Thamrin dan bom bunuh diri Mapolres Surakarta tadi.

Setelah menangkap Yazid, tim Densus 88 AT dipimpin Iptu Joko juga mengamankan iparnya Yazid, M Suryadi bin Slamet (27). Di samping, istri Yazid dan mertuanya.

BACA JUGA: Mapolres Dharmasraya Terbakar, Karena Ulah Teroris?

Kades Pulau Semambu, Suparmin, membenarkan ada warganya bernama Abu Ibrahim dan M Suryadi dibawa polisi. Hanya saja, dia tidak tahu pasti apakah dari Polda Sumsel atau Densus 88 yang melakukan penangkapan.

”Sebab saya sendiri baru tahunya pukul 11.00 WIB. Istri Yazid dan mertuanya tidak ditahan,” akunya.

Suparmin, tidak menyangka kalau Abu Ibrahim alias Yazid diduga terlibat jaringan teroris. Sebab kesehariannya tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Tidak ada kegiatan pengajian atau kumpul-kumpul. Kerjanya bertanam sayur, sesekali buruh bangunan.

“Dia baru menetap sekitar 8 bulan di desa kami," ungkap Suparmin.

Kapolsek Indralaya AKP Bambang Julianto, melalui pesan singkatnya membenarkan ada penangkapan tersebut. ’’Info tersebut benar, namun untuk keterangan yang jelas dan mendetil silakan konfirmasi dengan pihak Polda Sumsel,’’ tulis Bambang.

Tak hanya menangkap Yazid dan M Suryadi. Hasil pengembangan pemeriksaan, Tim Densus bergerak ke Muara Enim, pukul 10.00. Mereka menciduk Suwarto bin Madi dan Sugianto alias Abu Faris.

Suwarto sendiri warga Jl Sukadamai, Lr Perdamaian, RT 73/14, No.107, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang. Tim densus pun melakukan penggeledahan di alamat tersebut.

Pukul 12.30 WIB, diamankan istri Suwarto bernama Rustatih (36) dan seorang lagi bernama Sopik (40). Hanya saja, keduanya dipulangkan.

Dalam penggeledahan hingga pukul 14.00 WIB, Densus 88 AT yang dibackup Polda Sumsel, Polresta Palembang dan Polsekta Sukarami, menyita sejumlah dokumen dan sebuah double stick.

Dokumen-dokumen dimaksud, buku-buku jihad dan sembilan buah paspor atas nama Suwarto Madi, Rustati Taslih, Zainab Khairunnisah Suwarto, Aisyah Khairunnisah Suwarto, Mariam Suwarto, Habibah Ramlan, Fajar Hidayat Suwarto, Yusuf Abdullah Suwarto, dan Sukanti.

Ketua RT setempat, Mashur mengatakan keluarga Suwarto sudah berdomisili lebih dari lima tahun di rumah tersebut. Aktivitasnya berdagang makanan ringan keripik singkong. “Keluarga itu tertutup, jarang bergaul. Diundang kegiatan jarang datang. Informasinya Suwarto ditangkap di Muara Enim, bukan di rumahnya,” ujar Mashur, kepada Sumatera Ekspres tadi malam.

Sebetulnya, tim Densus juga disebar ke Banyuasin. Sekitar pukul 05.25 WIB juga ditangkap satu orang terduga teroris. Dia Abu Hasan alias Imron. Diciduk dari rumahnya Talang Keramat, kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Saat ini, para terduga teroris sudah di Mako Satuan Brimob Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan. Pintu penjagaan dijaga ketat, wartawan tidak diperkenankan masuk halaman. “Belum boleh. Silakan keluar dulu ya,” pinta anggota Brimob yang berjaga.

Dihubungi terpisah, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan penangkapan yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror dibackup Polda Sumsel dan polres setempat.

“Yang ditangkap saat ini dibawa ke Makosat Brimob Polda Sumsel untuk pengembangan lebih lanjut. Ada lima orang. Mereka masih diperiksa. Terduga merupakan pelarian dari kelompok jemaah Anshorut Khilafah (JAK) Jambi,” ujar Kapolda, melalui sambungan telepon.

Sekaligus pengembangan dari penangkapan jaringan teroris di OKU Selatan. Diketahui, Asep Nurjaman ditangkap 15 Agustus 2016 di jalan lintas Muaradua-Liwa, Kabupaten OKUS, dan Bram Fitra. Kemudian 15 Maret 2017, ditangkap pula Edi Waluyo alias Tembel (39) dan Rahmat Candra alias Candra Indro (41) di OKU Selatan.

Terkait peran terduga teroris yang ditangkap kemarin (10/12), Kapolda menyebut ada yang menjadi pemasok senpira, dan ada juga yang menyembunyikan teroris. “Sekarang masih diperiksa semua. Selain tiga orang yang terduga teroris, yang lainnya juga diperiksa. Tapi, belum tentu mereka itu teroris,” lanjutnya.

Zulkarnain berpesan pada masyarakat untuk lebih pro aktif. Apalagi terkait keberadaan teroris. Jika masyarakat mengetahui atau menemukan orang-orang atau kelompok orang yang mencurigakan atau tertutup dalam bergaul, sebaiknya patut curiga. “Segera hubungi atau beritahu aparat keamanan. Jangan diam saja,” imbaunya. (sid/vis/air/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terduga Simpatisan ISIS Diciduk Densus 88


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler