Digadang-gadang jadi Panglima TNI, Laksamana Yudo Menjawab Begini

Senin, 12 September 2022 – 18:48 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kesatrian TNI AL Pondok Dayung, Jakarta Utara, Senin (12/9/2022). ANTARA/Putu Indah Savitri

jpnn.com - JAKARTA - Nama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono digadang-gadang sebagai salah satu calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa yang akan pensiun pada Desember 2022.

Lantas bagaimana respons Laksamana Yudo? 

BACA JUGA: Jenderal Andika Perintahkan Jajarannya Mengevaluasi Seluruh Pesawat TNI

KSAL menyatakan penunjukan Panglima TNI merupakan hak prerogatif presiden.

“Selalu saya sampaikan itu adalah hak prerogatif presiden,” kata Yudo kepada wartawan di Kesatrian TNI AL Pondok Dayung, Jakarta Utara, Senin (12/9). 

BACA JUGA: Laksamana Yudo Berpeluang Besar Jadi Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika

Oleh karena itu, dia menyatakan tidak bisa berandai-andai atau menduga-duga soal siapa yang akan dipilih menjadi Panglima TNI.

“Jadi, kita tidak bisa berandai-andai, tidak bisa menduga-duga,” ungkapnya.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Jokowi Pilih Jenderal Andika, Menantu Suhu Telik Jadi Panglima, TNI AD Dapat Mandat

Yudo Margono menyampaikan pernyataan tersebut ketika ia disinggung mengenai namanya yang digadang-gadang menjadi Panglima TNI selanjutnya untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

“Ya, silakan tentunya tanya ke Bapak Presiden yang mempunyai hak prerogatif untuk itu,” ucap Laksamana Yudo.

Dia menambahkan yang paling penting ialah saat ini dirinya berkonsentrasi melaksanakan tugas yang dibebankan kepada TNI AL sebagaimana dengan kondisi keamana, dan perkembangan lingkungan yang sedang berlangsung. 

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Yudo Margono kembali diperbincangkan sebagai calon Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang masa jabatannya berakhir pada November 2022.

Masa tugas Yudo Margono masih tersisa hingga November 2023. Yudo bahkan pernah menjadi salah satu kandidat Panglima TNI yang bersaing dengan Andika pada November 2021.

Akan tetapi, kala itu Presiden Jokowi memilih Jenderal Andika sebagai calon Panglima TNI untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI.

Di sisi lain, pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai Yudo Margono masih berpeluang menjadi Panglima TNI selama belum pensiun, karena jabatan tersebut harus diisi oleh kepala staf atau mantan kepala staf yang masih aktif.

Dia menilai selama Pemerintahan Presiden Joko Widodo belum pernah ada sosok dari TNI AL menjadi Panglima TNI sehingga potensi Yudo mengisi jabatan itu penting untuk dipertimbangkan. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler