Dihantam Ombak Tiga Meter, Dua Kapal Nelayan Tenggelam

Senin, 12 Desember 2016 – 20:54 WIB
Delapan korban berhasil diselamatkan tim SAR. Foto Ilustrasi: dokumen JPNN

jpnn.com - KETAPANG - Delapan penumpang kapal nelayan berhasil menyelamatkan diri setelah dua kapal yang mereka tumpangi tenggelam dihantam ombak setinggi tiga meter, Minggu (11/12). 

Tiga dari delapan korban tenggelam tersebut sempat mengapung belasan jam. 

BACA JUGA: NU Jateng Keluarkan Fatwa Haram untuk Izin Pendirian Toko Modern

Masing-masing korban adalah Idit (34), Yandi (30) dan Dede (21) merupakan ABK dari kapal nelayan pukat. Sedangkan Jamil (40), Budi (24), De'en (34), Jalil (31) dan Ade (19) adalah ABK kapal pancing. 

"Semuanya berhasil menyelamatkan diri. Kedua kapal tenggelam," kata Kepala Pos SAR Ketapang, Kamel, seperti diberitakan Kaltim Post (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Tenaga Honorer Meninggal Dunia saat Indehoi dengan Istri Muda

Kedua kapal nelayan tersebut tenggelam di dua lokasi yang berbeda, namun masih berada tidak jauh dari muara. Bahkan, kapal pemancing hendak memasuki muara, namun ombak terlebih dahulu menenggalamkan kapal.

Kamel mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan ada kapal tenggelam dari Kapten Kapal Cahaya Muda, Agus. Pada Minggu (11/12) sekitar pukul 14.30 WIB, ia melihat ada tiga nelayan mengapung menggunakan fiber di sekitar muara. Namun, kapalnya tidak bisa menolong karena air dangkal.

BACA JUGA: Ternyata Pemkab Butuh 2.000 PNS Baru

Pihaknya pun langsung melaporkan hal tersebut ke Pos SAR Ketapang. 

"Tiga orang ini ternyata para pemancing yang berasal dari Kampung Sampit. Mereka berjumlah lima orang, namun tiga orang hanyut bersama menggunakan tutup fiber. Sedangkan dua lainnya hanyut terpisah menggunakan dirigen," jelasnya.

Pihaknya dengan Angkatan Laut dan Pol Air langsung terjun ke lokasi. Namun sesampainya di lokasi ketiga pemancing tidak ditemukan. Pihaknya kemudian melakukan pencarian hingga 5 mil ke arah Selatan. 

"Sekitar pukul 05.00 sore, pencarian dihentikan karena cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat," ungkapnya.

Belum sempat pulang dari pencarian penumpang kapal nelayan pemancing yang tenggelam, pihaknya mendapat laporan ada kapal nelayan pukat tenggelam dihantam ombak. Ada tiga penumpang di dalamnya. "Jadi, di hari itu ada dua kapal yang tenggelam. Kemungkinan dihantam ombak yang tingginya mencapai 3 meter," ujarnya.

Pencarian dilakukan sambil berkomunikasi dengan masyarakat dan nelayan yang hendak pergi melaut. Sekitar pukul 22.30 WIB, Tim SAR menemukan tiga orang pemancing di perairan Tanjung Belandang.

Sekitar pukul 00.30 WIB, nelayan juga menemukan dua korban lainnya yang mengapung di sekitar Pantai Tanjung Belandang. "Alhamdulillah semuanya dalam keadaan selamat. Mereka langsung dibawa ke shelter SAR," paparnya.

Tidak lama berselang, tiga nelayan pukat juga ditemukan mengapung dan selamat di tepian Pantai Tanjung Belandang. 

"Tiga nelayan pukat masih mengapung menggunakan fiber tutup penyimpanan ikan. Kita evakuasi sekitar pukul 01.45 dini hari. Saat dievakuasi ketiganya dalam kondisi selamat, namun mereka kedinginan," akunya.(afi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... APBD Batam Dikebut Selesai Sebelum Akhir Tahun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler