Diincar Komdis PSSI, Vigit Waluyo Menyerahkan Diri ke Kejari

Selasa, 01 Januari 2019 – 11:34 WIB
Vigit Waluyo. Foto: Jawa Pos

jpnn.com, SIDOARJO - Nama Vigit Waluyo jadi bahan omongan usai kasus pengaturan skor atau pertandingan di kompetisi sepak bola Indonesia ramai lagi belakangan ini. Namun, belum ada bukti Vigit adalah sosok sentral dalam kasus tersebut.

Vigit sendiri telah menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo Jumat (28/12) malam. Dia merupakan tersangka kasus korupsi PDAM Sidoarjo yang merugikan negara Rp 3 miliar. Vigit buron sejak Juli 2018 setelah kasusnya divonis oleh Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi.

BACA JUGA: Polisi Berantas Pengaturan Skor Tidak Langgar Statuta FIFA

Penyerahan diri Vigit diungkapkan Kepala Kejari Sidoarjo Budi Handaka dalam konferensi pers Senin (31/12) kemarin.

Menurut Budi, Vigit ditemani keluarganya saat menyerahkan diri pada Jumat sekitar pukul 20.00. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, mantan manajer Deltras Sidaorjo itu langsung mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I-A Sidoarjo. ”Saat ini sudah dimasukkan ke Lapas Delta,” ungkap Budi kepada media.

BACA JUGA: Semen Padang Ungkap Pengaturan Skor Liga 2 2018

Nah, bisa jadi, jika Satgas Antimafia Bola melakukan pemeriksaan terhadap Vigit, banyak informasi baru yang didapat. Termasuk siapa saja yang selama ini ikut bermain dan terlibat. Sebab, nama mertua mantan pemain Persebaya Danilo Fernando itu diduga kuat tahu banyak soal ”dunia hitam” sepak bola tanah air.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, tidak tertutup kemungkinan penetapan pidana dilakukan kepada Vigit Waluyo. Tentunya bila ditemukan bukti yang kuat. ”Harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tuturnya.

BACA JUGA: Alasan Sismantoro Mundur sebagai Manajer PSS Sleman

Kasus yang akan menjerat Vigit bisa saja merembet pada laporan yang telah diterima satgas melalui call center mereka. Tercatat sudah ada 240 laporan dugaan match fixing yang masuk. Dari semua laporan itu, setelah dipilah-pilah, terdapat 47 laporan yang layak untuk ditindaklanjuti. ”Ini sedang kami dalami,” tuturnya.

Menurut Dedi, yang akan ditindak bukan hanya anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih yang ketahuan menerima suap. Tapi, juga pemain-pemain yang terlihat janggal ketika bermain di lapangan selama kompetisi berlangsung. Pemain yang sengaja melakukan gol bunuh diri misalnya. Atau dengan sengaja gagal melakukan eksekusi penalti dari titik putih. ”Yang jelas, semua elemen pasti diselidiki,” katanya.

Dedi Prasetyo juga berkomentar soal klarifikasi oleh sejumlah pemain timnas pada ajang Piala AFF 2010. Pemain timnas datang ke Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi bahwa permainan berjalan fair. 

Namun, hal tersebut masih versi pemain. Satgas akan mendalami kejadian sebenarnya. ”Kan ini juga viral. Informasinya sebaiknya berupa data. Jangan hanya katanya,” tuturnya.

Untuk itu, akan dilakukan kroscek antara keterangan dari pemain dan sejumlah pihak yang mengetahui pertandingan Piala AFF 2010 tersebut. ”Proses masih panjang ya,” papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Penyerahan diri Vigit Waluyo diharapkan bisa membuka pintu kepada tokoh yang terlibat lainnya. Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Asep Edwin menyatakan, memang ada serba kebetulan terkait penyerahan diri Vigit kepada Kejari Sidoarjo. Sebab, di sisi lain, yang bersangkutan juga tengah masuk daftar yang akan dipanggil Komdis.

”Kalau bicara indikasi keterlibatan, cukup banyak. Dari berita dan keterangan yang lain juga kuat. Data di kami sudah cukup. Tinggal pemantapan,” terang Asep.

Dihukumnya PSMP Mojokerto Putra oleh Komdis juga ditengarai memiliki hubungan yang cukup erat dengan keberadaan Vigit Waluyo. (idr/han/nap/saf/c6/ali)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Turun Tangan, Komdis PSSI Bilang Begini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler