Dikabarkan Maju di Pilgub Kaltim, Djarot Jawab Begini

Rabu, 29 November 2017 – 08:08 WIB
Djarot Saiful Hidayat (tengah). Foto: Kaltim Post

jpnn.com, BALIKPAPAN - Djarot Saiful Hidayat yang ditunjuk sebagai Plt ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim, kemarin (28/11) menggelar rapat di Balikpapan.

Banyak spekulasi bermunculan. Termasuk dia yang bakal maju menjadi calon gubernur di Pilgub Kaltim 2018.

BACA JUGA: Komarudin Watubun Angkat Kejayaan Maluku lewat Buku

Dia menjadi Plt ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim menggantikan Dody Rondonuwu yang dihukum selama 24 bulan penjara karena kasus dugaan korupsi berjamaah di DPRD Bontang periode 2000–2004.

Djarot mengatakan, kehadirannya di Balikpapan untuk konsolidasi partai. Sebab, masalah hukum Ketua Dody telah berkekuatan hukum tetap. Makanya, mesti cepat diisi kekosongan jabatan itu.

BACA JUGA: Ungguli Gerindra dan Golkar, PDIP Pilih Berhati-hati

Ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDI Perjuangan itu menyebut, konsolidasi ini membahas persiapan Pilgub Kaltim, Pemilihan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), dan mencari ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim yang definitif.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, pilkada di Kaltim merupakan sarana menuju pemilihan presiden (pilpres). Jadi, jajaran partai harus solid hingga ke ranting.

BACA JUGA: Tak Punya Loyalitas, Khofifah-Emil Berani Khianati Jokowi

“Pertengahan Desember, nama calon (gubernur) kami sampaikan. Sekarang, kami masih mempersiapkan dulu,” ujarnya ditemui di Kantor DPD PDI Perjuangan Balikpapan kemarin.

Kata dia, Pilgub Kaltim semakin dinamis setelah Ketua DPD Golkar Kaltim Rita Widyasari menjadi tersangka dan ditahan KPK.

PDI Perjuangan, kata dia, selalu memantau perkembangan politik di Benua Etam. Bagaimana peluang Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin yang digadang-gadang didukung PDI Perjuangan? Djarot mengungkapkan belum tahu.

Apakah Anda yang akan maju menjadi cagub Kaltim? “Itu urusan DPP. Saya hanya menunggu keputusan pusat,” jawabnya.

Sampai kapan Djarot menjadi plt? “Sampai PDI Perjuangan memenangkan Pilgub Kaltim,” katanya lantas tersenyum.

Ditanya tentang kriteria cagub dari PDI Perjuangan? Djarot menjelaskan, Kaltim merupakan daerah yang menjadi masa depan energi di Indonesia.

Makanya, calon tersebut harus bisa mengelola itu dengan baik. Terutama masalah kerusakan lingkungan. “Kaltim itu heterogen. Toleransinya luar biasa. Hingga kini belum ada gejolak,” sebutnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Balikpapan Thohari Aziz mengatakan, kehadiran Djarot diapresiasi kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

Dia mengaku senang, mantan wali kota Blitar itu jadi “pilot” partai banteng moncong putih itu.

Soal peluang Djarot maju di Pilgub Kaltim, Thohari memberi pernyataan. Menurut dia, Djarot tak bakal maju ke pesta demokrasi di Benua Etam.

Alasannya, Djarot tidak mendaftar dalam penjaringan cagub di PDI Perjuangan. Terlebih saat ini, sudah fase fit and proper test. “Jadi, tidak ada kemungkinan,” terangnya. (*/hdd/*/rdh/rom/k18)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pilgub Jabar 2018: Ini Alasan PDIP Belum Cari Koalisi


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler