Dipepet, Dua PNS Dipaksa Masuk Mobil, Penculikan?

Jumat, 17 April 2015 – 05:36 WIB

jpnn.com - LANGKAT - Dua pegawai negeri sipil (PNS) di  Sekretariat DPRD Kabupaten Langkat diduga diculik serombongan orang tidak dikenal (OTK) dari halaman Kantor DPRD Langkat, Kamis (16/4).

Kedua PNS itu yakni Hasanuddin bertugas sebagai staf di Komisi A dan Nasib Ariadi merupakan Staf Komisi D. Peristiwa pembawaan paksa terhadap kedua PNS itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wib siang.

BACA JUGA: Dua Ormas Ini Bentrok Melulu

Ketika itu Hasanuddin berjalan menuju kantor melalui pintu gerbang DPRD Langkat. Sekitar 15 meter dari pintu gerbang, satu unit mobil Xenia warna hitam Nopol BK 1874 QO memepet Hasanuddin dan seketika seorang penumpangnya keluar kemudian merangkul Hasanuddin.

Hasanuddin terlihat mencoba memberontak ketika dirangkul. Namun seorang dari OTK yang diperkirakan berjumlah enam orang itu menghampiri korban sembari menghardik agar Hasanuddin masuk ke mobil.

BACA JUGA: Jaksa Endus Korupsi Lahan Makam

“Masuk kau ke mobil, jangan tidak ngaku kau,” kata seorang OTK tadi diduga sudah mengikuti Hasanuddin yang memarkirkan mobilnya di parkiran halaman Kantor Bupati Langkat yang bersebelahan lokasinya dengan kantor DPRD.

Hasanuddin tampak dimasukkan ke dalam mobil Xenia, selanjutnya dibawa menuju mobilnya jenis Panther BK 1347 HJ yang terparkir di halaman kantor Bupati.

BACA JUGA: Dikira Dipatok Bebek, Ternyata Ular Kobra

Saat sejumlah wartawan mendekati guna mengetahui kasus penangkapan kedua PNS tersebut, mobil yang membawa Hasanuddin langsung kabur diiringi sebuah mobil Fortuner warna hitam yang sebelumnya menunggu di luar halaman kantor Bupati Langkat. Mobil tersebut terlihat mengarah ke jalan lintas sumatera (Jalinsum) arah Binjai.

Sekretaris Dewan DPRD Langkat, Basrah Pardomuan, saat di konfirmasi terkait ‘penculikan’ terhadap dua bawahannya mengaku belum mengetahui detail kejadian tersebut.

“Saya tidak tau, kalau anak buah saya ditangkap. Tadi saya hubungi, tapi ponsel Hasannuddin meski aktif, namun tidak di angkat. Kemudian saya hubungi Nasib Hariadi, ponselnya tidak aktif,” kata  Basrah.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Agus Sobarna Praja, ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya tidak ada melakukan penangkapan terkait dua PNS di sekretariat DPRD Langkat.

“Saya rasa tidak ada kita melakukan penangkapan. Masalah apa rupanya?” heran dia balik bertanya sembari berjanji mencari tahu peristiwa penangkapan dua oknum PNS.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Langkat AKP Ridwan juga mengaku tidak mengetahui adanya dua PNS yang ditangkap kemudian dilarikan entah kemana.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Penindakan BNK Langkat, Kompol Edi Yanto. “Saya lagi ada kegiatan sosialisasi di sekolah, tidak ada anggota yang melakukan penangkapan,” katanya ketika dihubungi wartawan.

Kanit Reskrim Polsek Stabat Iptu Syamsul Iskandar juga mengaku tidak ada melakukan penangkapan terhadap dua PNS di DPRD Langkat.

“Nggak ada kami menangkap staf DPRD Langkat. Kalau memang ada anggota saya yang melakukan penangkapan, pasti mereka sudah memberitahukannya,” tukas dia. (jie)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saat Gerhana Bulan si Jagoan Kecil Menjerit, Disunat Jin?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler