Disangka Geng Motor, ABG Kembar Bonyok Dihajar Massa

Senin, 09 Juni 2014 – 08:50 WIB

jpnn.com - TASIK – Dua anak baru gede (ABG) kembar terluka di muka dan dada karena jatuh lalu dihajar massa di Jalan Mitra Batik, Cipedes, Kota Tasikmalaya Minggu (8/6) dini hari. Keduanya dipukuli karena disangka bagian dari geng motor.  

Sebelum dihajar ramai-ramai, Sansan (17) dan Sensen (17) ngebut menggunakan motor berknalpot bising. Mereka melintas beberapa saat setelah kawanan geng motor konvoi di jalan yang sama.

BACA JUGA: Dibacok saat Mengendarai Motor, Leher Nyaris Putus

Kesal dengan aksi tersebut, massa di pinggir jalan langsung menghadang geng motor. Tetapi para begundal jalanan itu masih bisa kabur. Hanya kurang dari satu menit --setelah geng motor berkonvoi-- Sansan dan Sensen melintas.

Motor yang ditunggangi warga Indihiang itu melaju kencang. Terlebih suara yang keluar dari knalpotnya bising. Massa pun menghadangnya. Keduanya terjatuh lalu massa menghajar keduanya.

BACA JUGA: Geng Motor Makin Beringas di Karawang

Karena lokasi penghadangan tepat di depan Pos Pol Cipedes, akhirnya aksi massa tersebut tidak berlanjut karena diredam polisi. Kedua ABG yang terkapar pun langsung dibawa ke Pos Pol Cipedes.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA mengatakan aksi massa itu buntut perusakan mobil satu hari sebelumnya oleh geng motor. "Kedua anak ini jadi korban, karena mengendarai sepeda motornya ngebut dan pakai knalpot bising. Kedua anak ini juga diketahui sedang mabuk," kata Noffan Minggu dini hari.

BACA JUGA: Motor-motor Curian Dijual ke Petani

Menurut Noffan, amuk massa tersebut bisa dibilang tidak salah sasaran, karena meski kedua remaja tersebut bukan anggota geng motor, perilaku saat berkendarannya persis geng motor.

"Kalau berkendaranya santun dan tidak mabuk pasti tidak akan terjadi seperti ini," ucap perwira alumnus Akpol 1994 ini. Sansan dan Sensen kemudian diperiksa polisi. Adapun motornya diamankan di Pospol Cipedes.

Sansan mengaku melintas di Jalan Mitra Batik karena akan pulang ke rumahnya di Indihiang. "Saat itu saya habis ngaliwet di Ampera dan mau pulang ke rumah (Indihiang, red)," akunya di Pos Pol Cipedes.

Dia mengaku mengendarai motornya ngebut karena ingin segera sampai di rumah. Apalagi kepalanya pusing setelah minum anggur merah (AM) bersama teman-temannya.

"Tadinya ingin cepat-cepat ke rumah. Malah seperti ini," ujarnya yang dijemput keluarganya usai diperiksa polisi.

Setelah pengeroyokan kepada dua ABG kembar itu,polisi langsung melakukan sweeping di lokasi tersebut. Tujuannya untuk meminta keterangan warga --yang mengeroyok dua pemuda tersebut. Tetapi polisi tidak menemukan satu orang pun nongkrong di lokasi tersebut. (yna)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bobol Rumah, Ditunggui Pemilik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler