Disuntik Rp 1 Triliun, BNI Syariah Tunda IPO

Sabtu, 11 Februari 2017 – 01:04 WIB
BNI Syariah. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com - jpnn.com - PT Bank Negara Indonesia Syariah (Persero) akan mendapatkan suntikan modal sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun tahun ini.

Suntikan modal tersebut berasal dari perusahaan induknya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

BACA JUGA: Kualitas Kredit Komunitas Pengusaha Muslim Lebih Aman

Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mengatakan, BNI induk akan memberikan suntikan modal dengan angka yang cukup untuk terus tumbuh pada angka optimal.

"Mengenai jumlah belum fixed, tapi perkiraan saya sekitar Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun," ujar Imam.

BACA JUGA: 3 Sektor Penyumbang NFP Tertinggi BNI Syariah

Saat ini, rasio kecukupan modal atau capital adequate ratio (CAR) BNI Syariah berada di posisi 14,92 persen.

Apabila mendapatkan suntikan modal dengan nilai tersebut, Imam memperkirakan CAR perseroan akan naik menjadi 17-18 persen.

BACA JUGA: Nasabah Pegadaian dan BNI Syariah Kian Dimanjakan

Modal itu rencana initial public offering (IPO) kemungkinan baru dilaksanakan pada tahun berikutnya.

Selain itu, perseroan juga membuka peluang bekerja sama dengan strategic partner untuk menambah permodalan.

"Penambahan suntikan modal terlebih dahulu. Nanti kami pikirkan selanjutnya apakah dengan strategic partner atau ke IPO," kata Imam.

Sementara itu, dari sisi ekspansi usaha, perseroan akan berfokus pada pembiayaan sektor produktif dan properti.

Sektor produktif didorong melalui infrastruktur serta usaha mikro, kecil dan menengah.

Pembiayaan produktif ditargetkan tumbuh 20 persen dari realisasi tahun lalu yang tumbuh sebesar 14,1 persen menjadi Rp 8 triliun.

Sedangkan dari sektor infrastuktur, perseroan akan mendapatkan porsi sekitar lima persen dari proyek infrastuktur bank induk atau sekitar Rp 600 miliar. (ers)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dana Pegadaian Syariah Bisa Langsung Ditransfer ke BNI


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler