Disuruh Pindah ke Antartika, Lembaga Survei Anggap Prabowo Kurang Kesatria

Sabtu, 20 April 2019 – 10:48 WIB
Prabowo Subianto di tengah masa pendukungnya, Jumat (19/4). Foto: Bay Ismoyo/AFP

jpnn.com, JAKARTA - Perhimpunan Survei dan Opini Publik Indonesia (Persepi) merespons pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menilai hasil hitung cepat atau quick count lembaga survei sebagai alat kebohongan publik.

Induk lembaga yang menaungi sejumlah lembaga survei yang menggelar quick count pemilu presiden itu siap membuka luas seluruh proses yang mereka lakukan pada 17 April lalu.

BACA JUGA: Hasto Siap Dipidana Jika Data Kemenangan Jokowi Versi PDIP Cuma Rekayasa

Pernyataan politik Prabowo terkait kualitas dan validitas hasil quick count pilpres, tampaknya membuat Persepi terusik. Usai hasil quick count dirilis pada 17 April lalu, Prabowo kerap meminta kepada pendukungnya untuk tidak mempercayai hasil hitung cepat.

Pernyataan terbaru disampaikan Prabowo, saat menggelar sujud syukur kemenangan, berdasarkan hasil real count yang dilakukan tim internalnya. ”Rakyat tidak percaya sama kalian lembaga survei mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kau bisa pindah ke Antartika, bohongi penguin-penguin di Antartika. Hai lembaga lembaga survei tukang bohong, rakyat Indonesia tidak mau dengar kamu lagi,” kata Prabowo dalam pernyataannya, Jumat (19/4).

BACA JUGA: Tarikan Bibir Bawah Sandiaga Uno Menunjukkan Keterpaksaan dan Kecewa

Persepi pun merespons hal itu. Anggota dewan etik Persepi, Hamdi Muluk menyatakan, pernyataan yang disampaikan Prabowo justru malah menunjukkan kurangnya sikap kesatria.

Ini karena, pada pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu, banyak bukti yang menunjukkan bahwa Prabowo percaya pada hasil hitung cepat lembaga survei, setelah memastikan kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno atas Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. ”Cek saja di Youtube, ada videonya, yang hitung cepat lembaganya itu-itu juga,” kata Hamdi kepada Jawa Pos, kemarin (19/4).

BACA JUGA: Moeldoko: Kami Terima Jika Real Count KPU Nanti Jokowi - Maruf Kalah

(Baca Juga: Lembaga Survei Siap Buka - Bukaan Data Quick Count, Jawaban BPN Malah Begini)

Pernyataan itu kontradiktif dengan apa yang disampaikan Prabowo saat ini. Karena itu, demi menghindari kericuhan di masyarakat, lembaga-lembaga survei yang berada di naungan Persepi akan memaparkan secara terbuka hasil hitung cepat mereka. Mulai dari Indikator, Charta Politika, CSIS dan Cyrus telah memastikan siap untuk hadir. ”Besok (hari ini) kami akan adakan semacam public expose, kami jembreng semua, semua terbuka media silakan bertanya,” kata Profesor Psikologi Politik Universitas Indonesia itu.

Hamdi menyatakan, karena undangan yang mepet, baru sekitar 80 persen anggota Persepi yang memastikan hadir. Nantinya, para anggota dewan etik yang merupakan akademisi dari berbagai universitas akan hadir, memastikan apakah hitung cepat yang dilakukan lembaga-lembaga survei memenuhi kaidah statistik.

”Misalnya, ini TPS yang dijadikan sampel, ini cara penarikan sampelnya, mana rekaman prosesnya, dan cara mengolah data-data yang terkumpul, supaya klir semua,” kata Hamdi.

Hamdi menyatakan, Persepi menyayangkan sikap Prabowo sebagai calon presiden. Dia menilai, sah saja jika Prabowo menyatakan tidak percaya dengan hasil hitung cepat. Namun, hal itu tidak bisa diselesaikan dengan klaim kemenangan sendiri. ”Kalau nggak percaya quick count enggak masalah, tapi sebaiknya tunggu hasil KPU. Kalau manas-manasi ke bawah kan akhirnya memperkeruh suasana,” tandasnya.

Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, memastikan bahwa lembaganya siap untuk hadir dalam expose hasil hitung cepat. Muslimin menyatakan, pihaknya siap memberi penjelasan seperti apa penarikan sampel hitung cepat, proporsi sampel, hingga penarikan kesimpulan. ”Bagaimanapun juga Persepi memiliki dewan etik, kami siap mempertanggungjawabkan data kami,” kata Muslimin kepada Jawa Pos.

Muslimin menyatakan, semua lembaga yang tergabung dalam Persepi diundang untuk menyampaikan expose. Awak media juga dipersilakan untuk hadir, dan memastikan apakah hasil hitung cepat itu akurat, atau justru merupakan kebohongan publik. ”Secara Undang Undang, kegiatan kami dilindungi. Biarkan ada yang menilai apapun. Tapi nanti publik juga akan menilai setelah perhitungan resmi KPU muncul,” tandasnya. (bay/far)

Simak Video ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kumpulan Kiai Pendukung Jokowi dan Prabowo Mulai Bersatu, Hasilnya?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler