Ditabrak Tongkang, Pilar Jembatan Mahakam Retak, Kendaraan Berat Dilarang Melintas, Sampai Kapan?

Selasa, 29 Maret 2022 – 22:13 WIB
Jembatan Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur yang tertabrak tongkang bermuatan batu bara mengalami keretakan pada bagian pilar. Foto : Dok. Arditya Abdul Aziz/JPNN.com.

jpnn.com, SAMARINDA - Jembatan Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur dilarang untuk dilintasi kendaraan berat setelah ditabrak empat kapal tongkang bermuatan batu bara pada Senin (28/3) pagi.

Jembatan yang selesai dibangun pada 1986 tersebut mengalami keretakan pada bagian pilar.

BACA JUGA: Terseret Arus Sungai, Kapal Tongkang Menghantam Jembatan Mahakam, Nih Penampakannya

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim menemukan ada dua retakan di bagian pilar Jembatan Mahakam akibat benturan keras empat tongkang sekaligus.

Keempat kapal tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam itu bernama lambung GT 19, Dolphin11, Dolphin15 dan Dolphin 18.

BACA JUGA: Selamat, Indonesia Terpilih Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024

Keempat kapal itu mulanya bersandar di dermaga kawasan Jalan Slamet Riyadi.

Diduga tali tambat yang mengikat keempat kapal tersebut putus.

BACA JUGA: Luhut Binsar Minta Kementerian PUPR Bantu Kementan Garap Lahan Food Estate

Derasnya arus Sungai Mahakam kemudian membawa keempat kapal tongkang mengarah ke Jembatan Mahakam hingga terjadinya benturan keras.

"Kami bersama Polairud Polresta Samarinda sudah melakukan pemeriksaan visual. Terdapat dua retakan di pilar yang tertabrak," ungkap Kepala BBPJN Kaltim Junaidi saat dihubungi JPNN.com, Selasa (29/3).

Junaidi menerangkan BBPJN Kaltim sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR guna pengecekan secara detail dan memastikan kondisi Jembatan Mahakam.

"Kami sudah berkirim surat ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR meminta agar ada tim ahli dari derektorat jembatan yang lakukan pengecekan biar bisa memastikan retakan yang ditimbulkan akan berpengaruh pada bagian apa," ucapnya.

Kendati demikian, Junaidi belum bisa memastikan ukuran keretakan pada pilar jembatan yang diresmikan Presiden ke-2 RI Soeharto tersebut.

"Detailnya biar disampaikan dari tim Dirjen, takutnya kami bilang aman ternyata ada masalah," imbuhnya.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, BBPJN Kaltim juga sudah bersurat kepada Pemprov Kaltim.

Mereka meminta agar dilakukan pembatasan kendaraan yang melintas dia atas jembatan sepanjang 400 meter tersebut.

"Kami sudah laporkan hasil pemeriksaan ini, kami meminta Pemprov Kaltim mengeluarkan perintah pembatasan kendaraan berat untuk tidak melintas di jembatan sampai investigasi selesai," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jembatan Mahakam kembali ditabrak kapal tongkang bermuatan batu bara. Tidak hanya satu, kali ini ada empat kapal tongkang gang menabrak Jembatan Mahakam pada Senin (28/3) pagi.

Video detik-detik tertabraknya pilar Jembatan Mahakam sempat terekam kamera warga dan viral di jagat maya.(mcr14/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Depresi, Siswi SMK di Samarinda Nekat Lompat dari Jembatan Mahakam


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Arditya Abdul Aziz

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler