Ditelantarkan, Imigran Gelap Mati Lemas di Dalam Kontainer

Rabu, 18 Juli 2018 – 15:13 WIB
Truk kontainer berisi imigran gelap. Foto: Foxnews

jpnn.com, TRIPOLI - Truk kontainer tersebut dilengkapi pendingin. Biasanya, angkutan niaga itu mengangkut daging atau ikan. Tapi, truk yang ditemukan di Zuwara, Libya, tersebut berisi manusia.

Jumlahnya sekitar 90 orang. Delapan di antaranya tak lagi bernyawa ketika aparat membongkar paksa kontainer yang terkunci itu Senin (16/7).

BACA JUGA: Ribuan Warga AS Turun ke Jalan Membela Imigran

Para penumpang gelap dalam kontainer bercat merah tersebut diyakini sebagai imigran gelap. ’’Mereka berasal dari berbagai negara di sub-Sahara Afrika dan Jazirah Arab. Selain itu, dari Pakistan dan Bangladesh,’’ demikian bunyi pernyataan tertulis otoritas keamanan Zuwara sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (17/7).

Begitu dibebaskan dari kontainer, para imigran gelap tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit. Termasuk delapan jasad yang enam di antaranya adalah anak-anak itu.

BACA JUGA: Tak Ramah Lagi, Jerman Pulangkan Paksa Ribuan Pengungsi

Investigasi awal menyebutkan bahwa delapan korban tersebut mati lemas. Mereka kehabisan napas karena terlalu lama berada di dalam kontainer.

Polisi menduga, sembilan jeriken berisi bensin yang ditemukan di dalam kontainer itu menjadi penyebab kematian delapan imigran.

BACA JUGA: Korut Tak Mau Bernasib Seperti Libya

’’Bensin di dalam wadah tersebut menguap karena temperatur udara yang tinggi. Uap yang terhirup itulah yang mungkin mengakibatkan kematian,’’ terang seorang petugas.

Saat truk kontainer tersebut ditemukan, suhu udara di Libya mencapai 30 derajat Celsius, sedangkan saat itu mesin truk mati.

Tidak diketahui dengan pasti kapan kontainer yang tertutup rapat tersebut dibiarkan terparkir di salah satu sudut kota pesisir Libya itu. Atau berapa lama para imigran itu terjebak dalam ruangan tanpa ventilasi tersebut.

Diduga, jumlah korban jiwa dalam tragedi itu akan bertambah. Sebab, kondisi sebagian besar imigran yang dilarikan ke rumah sakit tersebut kritis.

Zuwara yang terletak di garis pantai barat Libya memang menjadi jalur utama penyelundupan manusia. Khususnya imigran gelap.

Jika lolos dari petugas keamanan, mereka akan dibawa ke perahu-perahu kecil untuk melintasi Laut Mediterania menuju negara-negara Eropa. (sha/c22/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga, Bom Mobil Tewaskan 22 Jamaah Salat Subuh


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler