Ditjen PSP Kementan Segera Bentuk BLU Pembiayaan Pertanian

Jumat, 18 Januari 2019 – 14:35 WIB
Lahan persawahan. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) Pembiayaan yang bertugas melakukan pembiayaan bagi sektor pertanian.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.23/2005 tentang Keuangan Negara, BLU merupakan lembaga yang tidak berorientasi profit.

BACA JUGA: Ditjen PSP Kementan Anggap Petani Kian Bijak Kelola Air

Lewat BLU, pemerintah berperan mendorong modernisasi sektor pertanian, terutama dengan penyediaan alat dan mesin pertanian.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana mengungkapkan, Kementan akan membantu kesulitan para petani, terutama terkait restrukturisasi alat dan mesin pertanian, melalui BLU itu.

BACA JUGA: Optimasi Lahan Rawa Tembus 23.928 Hektare

Salah satu tujuannya ialah para petani dapat mengajukan kredit terutama yang berkaitan dengan pembelian alat-alat produksi.

Setidaknya, lanjut Pending, BLU akan menyokong pembiayaan pertanian yang tidak tersapu program lain seperti kredit usaha rakyat (KU).

BACA JUGA: Telur Bantuan Kementan jadi Penyambung Kehidupan Buruh Tani

“Selama ini, perbankan jarang bersedia memberikan kredit alat pertanian dan mesin. Rata-rata diberikan banyak untuk budi daya,” ujar Dadih, Jumat (18/1).

Dadih menilai penggunaan alat dan mesin pertanian mutlak dibutuhkan sektor pertanian saat ini.

Hal itu bertujuan mendongkrak produktivitas dan efisiensi yang masih rendah jika corak produksi tetap tradisional.

Menurut Dadih, pembahasan teknis pembentukan BLU Pertanian sudah dilakukan intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dadih berharap BLU pembiayaan tersebut sudah berdiri tahun ini.

"Tahun ini kajiannya sudah selesai. Untuk pembiayaan BLU pertanian, pemerintah menyediaan anggaran sebanyak Rp 250 miliar. Sampai empat tahun ke depan, kami harapkan bisa membesar hingga Rp1 triliun,” kata Dadih.

Sementara itu Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Sri Kuntarsih menambahkan, BLU pembiayaan pertanian ini bisa membantu petani dalam mengatasi permodalan usaha tani.

Dia mengakui selama ini petani mengalami kesulitan mendapatkan pembiayaan karena sulit mengakses permodalan dari perbankan.

“Beberapa instansi sudah memiliki BLU. Misalnya, di bawah Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian lainnya. Kami harapkan untuk BLU Pertanian  juga sudah bisa diluncurkan tahun ini,” ujar Sri.

Menurut Sri, pemerintah akan mengoptimalkan peran eks program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) yang jumlahnya mencapai 6.800 unit.

Saat program PUAP, pemerintah memberikan anggaran sebanyak Rp 100 juta kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk membangun lembaga keuangan mikro (LKM) agribisnis di tingkat petani. Hingga 2017, sebanyak 176 LKM agribisnis yang sudah terbentuk.

“LKM agribisnis itu nantinya akan menjadi chanelling BLU pembiayaan pertanian yang anggarannya dari APBN. Bisa juga LKM agribisnis menjadi chanelling dari KUR,” kata Sri. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditjen PSP Sukses Gelar Kegiatan Berbasis Responsif Gender


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler