Dituduh Memulung Puing F-35, China Sindir Mutu Mesin Perang AS

Jumat, 28 Januari 2022 – 06:48 WIB
Jet tempur F-35 kebanggaan Amerika Serikat tergelincir di Laut China Selatan awal pekan ini. Foto Ilustrasi: USAF

jpnn.com, BEIJING - Setelah dituduh memungut kepingan jet tempur F-35 milik pasukan militer Amerika Serikat yang jatuh di perairan Laut China Selatan, otoritas China menegaskan tidak tertarik kepada pesawat tersebut.

"Kami tidak tertarik dengan pesawat mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Zhao Lijian di Beijing, Kamis.

BACA JUGA: Menlu Inggris Sebut Negara Barat Kesatria Demokrasi, Musuh Diktator Global China dan Rusia

Menurut dia, bukan pertama kali ini saja militer AS mengalami kecelakaan di wilayah perairan yang disengketakan banyak negara itu.

"Pihak AS belum juga memberikan penjelasan tentang kecelakaan kapal selam nuklirnya belum lama ini, lalu ada lagi pesawatnya yang jatuh di Laut China Selatan," ujarnya dalam pertemuan pers rutin.

BACA JUGA: Amerika Setop 44 Penerbangan ke China, Beijing: Itu Tidak Masuk Akal

Zhao mendesak AS dapat berpikir lebih positif demi terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan daripada mengerahkan kekuatan.

Jet tempur F-35 milik AS tergelincir saat hendak mendarat di kapal induk USS Carl Vinson dalam patroli rutin di Laut China Selatan pada Senin (24/1).

BACA JUGA: China dan 2 Rival Amerika Gelar Latihan Militer Bersama, Lokasi Masih Rahasia

Pilot pesawat tempur berhasil diselamatkan oleh helikopter, setelah kursi pilot terlontar. Tujuh orang lain yang mengalami luka akibat insiden itu juga berkondisi stabil.

Berdasarkan citra satelit yang diterima oleh China, peristiwa tersebut terjadi di 100 mil laut dari Pulau Luzon, Filipina.

Di badan pesawat tersebut terkandung sejumlah teknologi rahasia sehingga AS tidak ingin pesawatnya jatuh ke tangan China.

Namun beberapa pengamat menduga kepingan pesawat nahas tersebut telah disentuh China terlebih dahulu sebelum berhasil ditemukan AS sebagai pemiliknya.

Angkatan Laut AS berupaya mengamankan kepingan pesawat militer yang pengembangannya menelan biaya hingga 100 juta dolar AS itu. (ant/dil/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler