Diusulkan, Pertamina jadi Holding

Sabtu, 06 Juni 2015 – 09:21 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Muncul wacana menjadikan PT Pertamina (Persero) sebagai holding bisnis minyak dan gas (migas). Ini sebagai salah satu cara untuk mendongkrak kinerja perseroan. Konsep seperti itu sudah ditiru perusahaan Malaysia, Petronas Carigali dengan sukses.

Vice President Coorporate Comunication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, usulan tersebut masih didiskusikan. Setelah itu, menunggu respon dari para stakeholder untuk merestui permintaan menjadi holding.

BACA JUGA: Lima Negara Siap Investasi Sektor Migas

"Belum ada langkah-langkah lebih lanjut seperti apa. Intinya, ini yang kami diskusikan di DPR," ujarnya di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Pertamina sebenarnya sudah seperti holding migas. Sebab, perseroan sudah menjalankan bisnis dari sektor hulu sampai hilir. Termasuk, menjadi stabilitator harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas. Tapi, khusus untuk gas masih ada BUMN lain yakni Perusagaan Gas Negara (PGN).

BACA JUGA: Berapa Persen Kenaikan Harga Properti per Bulan? Ini Angkanya

Nah, kalau usulan menjadi holding disetujui, fungsi integrasi infrastruktur migas bisa dilakukan lebih cepat. Itulah kenapa, soal wacana menggabungkan PT Pertamina Gas (Pertagas) dengan PGN bukan tidak mungkin terjadi. "Belum bicarakan sampai arah itu. Mungkin, nanti harus diliat bentuk holding-nya dulu seperti apa," jelasnya.

Dari kepastian bentuk holding, lanjut Wianda, akan ketahuan kebutuhan perusahaan. Apakah perlu melakukan akuisisi, atau opsi-opsi lain. Saat ini di level top manajemen sedang dilakukan berbagai bahasan. Sebagai juru bicara perusahaan, Wianda mengaku belum tahu informasi seperti apa yang sedang digodok para petinggi.

BACA JUGA: Sampai Kapan Rupiah Loyo?

Yang jelas, dia menegaskan kaau usulan Pertamina menjadi holding bukan intervensi dari Presiden Joko Widodo. Wacana itu muncul setelah melakukan diskusi dengan para stakeholder. Makin kuat karena berhasil dilakukan oleh Petronas Carigali dengan menjadi holding perusahaan migas di Malaysia. Dalam diskusi itu, Pertamina ditantang bisa menjadi seperti Petronas.

Anggota Komisi VII DPR Kurtubi mendukung rencana tersebut. Proses holding diyakini bisa menjadikan pembangunan infrastruktur gas yang minim menjadi lebih cepat. Supaya ketergantungan terhadap elpiji yang bahan bakunya masih impor bisa berhenti.

"Di perut bumi nusantara ini, cadangan gasnya besar. Terdiri dari metan dan etana, itu menunjukan untuk rumah tangga nggak boleh diandalkan dari elpiji," terangnya. Melalui holding, politisi Nasdem itu berharap agar pemanfaatan jaringan gas benar-benar bisa dimaksimalkan.

Selain itu, holding juga bisa membuat PGN lebih nasional. Saat ini, dia menyebut perusahaan gas itu sudah diswastakan 43 persen. Rasanya aneh, perusahaan yang tidak 100 persen milik negara tapi masih dibiayai APBN.

"PGN dan Pertamina harus holding. Bila perlu, saham swasta harus di-buyback pemerintah sehingga bisa menyuruh PGN bangun infrastruktur gas," tegasnya. (dim)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketahuilah, Ini Kurs Rupiah Terlemah sejak Krismon 98


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler