DJ Sport Resmi Setop Suplai Jersey ke PSMS Medan

Selasa, 04 September 2018 – 21:16 WIB
Para dancer memperlihatkan jersey resmi PSMS musim ini, Maret lalu. Sayang,kerja sama terputus lantaran kasus sengketa logo pihak ketiga. foto : nin/pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - Kasus sengketa logo PSMS Medan hingga kini masih bergulir di pengadilan. Sengekta ini pun terpaksa membuat tim berjuluk Ayam Kinantan, kehilangan pasokan jersey-nya musim ini.

DJ Sport, Apparel PSMS musim ini pun resmi angkat kaki alias mundur dari tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

BACA JUGA: Batal Lawan Warriors, Butler Utamakan Uji Coba Internal

Ini juga lantaran desakan yang kuat dari suporter PSMS yang ingin memiliki jersey PSMS. Sementara, DJ Sport belum berani merilis jersey PSMS karena sengketa logo tersebut.

Sejatinya sejak sengketa logo bergulir, meski enggan mengeluarkan jersey resmi PSMS untuk publik, DJ Sport tetap mensuplai jersey pertandingan dan latihan.

BACA JUGA: Manajemen Resmi Tunjuk Sugianto Jadi Pelatih PSMS U-15

Namun, dengan kondisi teranyar ini, Legimin Raharjo dkk akan memakai jersey baru saat kontra PSIS Semarang 12 September mendatang di Stadion Teladan.

Mereka tak lagi memakai jersey buatan DJ Sport yang selama separuh musim sudah mereka gunakan.

BACA JUGA: PSMS Disponsori Situs Judi Online? Ini Penjelasan Manajemen

Pemilik DJ Sport, Dimas Yustisia Putra, menjelaskan pemutusan kerja sama lantaran manajemen PSMS mengaku ada desakan dari suporter untuk PSMS merilis jersey, yang saat di Liga 1 belum dilakukan pasca adanya sengketa logo.

“Kita terakhir komunikasi dengan manajemen, mereka minta pertimbangan, bagaimana DJ Sport kan belum ada rilis Jersey karena ada sengketa kasus logo.”

“Selama belum ada keputusan pengadilan tentang logo kita enggak berani melanjutkan kerjasama. Manajemen sebut, desakan dari suporter untuk jersey official itu tinggi,” ujarnya, Senin (3/9/2018).

Sejatinya, ada tawaran dari PSMS agar DJ Sport memproduksi jersey tanpa logo yang akan dipakai resmi PSMS dan dijual ke pasar. Sayangnya, belum adanya jawaban dari Dimas, membuat PSMS memutuskan untuk mengupayakan sendiri Jersey tersebut.

“Silahkan produksi sendiri toh kalau cari apparel pasti juga susah ada sengketa dan tinggal beberapa pertandingan saja, dan prestasi di bawah. Dari DJ Sport mendukung aja. Namanya salah satu pemasukan tim, juga lebih baik jalan tengahnya seperti itu, tidak ada masalah,” ungkapnya.

Pun demikian, Dimas memastikan akan tetap mendukung PSMS sambil menunggu akhir sengketa logo. “Kita habisin musim ini, lihat musim berikutnya di Liga seperti apa musim depan. Baik kalau PSMS di Liga 1 atau 2 kita akan lakukan penawaran,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Dimas, PSMS adalah tim profesional pertama yang didukung DJ Sport. Ini membuat pihaknya merasa harus memberikan kontribusi pada PSMS ke depannya.

“Pertama kali DJ Sport berkarir, tim profesional pertamanya itu dengan PSMS (Liga 2 musim 2017). Kita akan beri kontribusi pada PSMS sampai kapanpun apabila dibutuhkan. Lebih baik DJ Sport lakukan saat ini mendukung dan mendoakan. Kalau sengketa selesai, kita ajukan lagi penawaran,” pungkasnya. (nin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PSMS akan Mainkan 99 Persen Pemain Lokal Saat Lawan Warriors


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler