Djanur Angkat Bicara soal Pemecatannya, Begini Penjelasannya

Jumat, 13 Juli 2018 – 23:04 WIB
Doddy Taher (paling kanan), Djanur, Julis Raja bersama pemain dan Legenda Chelsea, di Medan beberapa waktu lalu. Foto: nin/pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - Pelatih Djadjang Nurdjaman akhirnya angkat suara terkait pemecatannya dari kursi pelatih kepala PSMS Medan.

Dia menjelaskan kabar tersebut diterima via telepon dari Sekum PSMS, Julius Raja, Jumat (13/7) siang.

BACA JUGA: Djadjang Nurdjaman Resmi Dipecat PSMS Medan

Karena saat ini dia sedang berada di Bandung. Sejatinya, setelah lawan Persipura, Djanur-sapaan akrabnya izin ada urusan kelurga ingin melepas putrinya ke Eropa.

“Saya izin dan rencananya besok balik ke Medan. Tapi tadi ditelepon King (Julius Raja). Dan, ya sudah,” ujarnya seperti dilansir pojoksatu (Jawa Pos Group), Jumat (13/7) siang.

BACA JUGA: RD dan 9 Pemain Dilepas, Sponsor Sriwijaya FC Irit Komentar

Djanur mengaku bukan CEO PSMS, Doddy Taher yang meneleponnya langsung. “Pak Doddy enggak pernah bicara langsung ke saya sudah lama. Selalu pakai perantara. Pernah saya WA juga hanya dibaca tidak dibalas. Kalau ada apa-apa King yang telepon ke saya,” lanjutnya.

Dia menyebutkan hubungannya dengan Doddy Taher lama tidak harmonis lagi. “Sudah lama, mungkin sejak Piala Presiden itu,” ucapnya.

BACA JUGA: RD dan 9 Pemain Hengkang, Sriwijaya FC Fokus Pemain Lokal

Eks Pelatih Persib Bandung ini menjelaskan sejatinya sudah merasa akan didepak manajemen sejak perekrutan Suharto AD dan memasukkan dalam tim pelatih. Ditambah lagi, pemecatan dua asistennya Muhammad Yusuf Prasetyo dan Suwanda.

“Sebetulnya sudah bisa mempelajari situasi yang terakhir ya. Akhirnya mereka membuat skenario seperti ini. Mulai memasukkan Harto (Suharto AD) tanpa koordinasi dengan saya dan memecat dua asisten tanpa ngomong ke pelatih.”

“Aneh kan. Dan, saat saya ngomong soal sosok pengganti pelatih fisik, usulan saya enggak direspon. Lalu datang Pak Nimrot (Manalu, pelatih fisik sekarang). Bukan enggak setuju dengan kedatangan Pak Nimrot, tapi caranya manajemen itu,” bebernya.

Dia menyebutkan semua keputusan-keputusan aneh itu memang dibuat untuk membuatnya tak nyaman lagi berada di Medan.

“Jadi skenario dibuat agar saya dibuat tidak nyaman. Saya tidak mengundurkan diri, akhirnya mereka juga yang memecat. Ini skenario sejak lama sudah saya tahu. Hubungan saya dengan manajemen sudah tidak baik sejak kapan-kapan,” ungkapnya.

Lalu mengapa Djanur begitu lama mau berada di PSMS meski tak memiliki hubungan yang harmonis dengan petinggi klub?

”Saya punya kontrak dan harus menghargai itu. Saya harus konsisten. Kalau mundur tidak gentle. Karena pun kalau didukung tim ini sebetulnya kami bisa berbuat banyak. Saya punya keyakinan masih bisa terhindar dari zona degradasi.”

“Tapi apa boleh buat. Kalau rencana saya di putaran kedua mulu, ada satu kekompakan, tim bisa berbuat banyak. Karena bagaimanapun tidak ada kekompakan pelatih dan manajemen susah dong,” ungkapnya.

Pun demikian, Djanur tak ingin menyesali semuanya, termasuk menerima tawaran ke PSMS. “Ya namanya dunia pelatih, ya seperti ini (resiko dipecat). Masa mau menangis. Enggaklah. Saya bersyukur telah mengangkat PSMS dari Liga 2 ke Liga 1. Itu satu perjalanan hidup saya yang mengesankan. Tidak pernah saya sesali. Saya sudah berbuat untuk masyarakat Medan, alhamdulillah,” ungkapnya.

Dia pun berharap manajemen sekarang bisa bergerak cepat untuk membenahi tim. “Selamatkan jangan sampai degradasi, karena sudah dinaikan ke Liga 1. Jangan dipertahankan, jangan hanya numpang lewat, dan saya yakin masih bisa asal bergerak cepat dengan kerja yang nyata,” bebernya.

Kepada pemain, Djanur berpesan terus berjuang sampai akhir. “Jangan terbawa emosi karena dekat sama saya. Tim ini masih berpeluang besar untuk lepas dari zona degradasi. Tetaplah bermain maksimal sampai akhir bersama pelatih baru yang nantinya ditunjuk,” ujarnya.

Untuk suporter PSMS, dia pun berterima kasih. “Kalau di tempat lain saya sudah diapain. SMECK, PFC, KAMPAK, masyarakat Medan yang masih bisa menghargai kerja saya. Terima kasih telah mendukung saya, suporter Medan sangat baik,” ungkapnya.

Soal masa depan, Djanur belum mau memikirkan. “Belum tahu (mau kemana),” pungkasnya. (nin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hamka Hamzah Resmi Berpamitan ke Suporter Sriwijaya FC


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler