DKN Gerbang Tani Gelar Istighosah Koalisi Tembakau, Nih Tujuannya

Kamis, 09 September 2021 – 21:40 WIB
DKN Gerbang Tani (GT) menggelar Istighosah Koalisi Tembakau bersama Petani Tembakau, Ulama, Anggota DPRD, Pelaku Industri Rokok Rumahan, Pedagang Asongan secara virtual, Kamis (9/9/2021). Foto: DKN Gerbang Tani

jpnn.com, JAKARTA - DKN Gerbang Tani (GT) menggelar Istighosah Koalisi Tembakau bersama Petani Tembakau, Ulama, Anggota DPRD, Pelaku Industri Rokok Rumahan, Pedagang Asongan secara virtual, Kamis 9 September 2021.

Acara ini hasil kerja sama antara GT dengan PCNU Jember, Koalisi Tembakau Nasional dan DKW Garda Bangsa Jawa Timur.

BACA JUGA: Ada Kesalahan Pandangan Terkait Dampak Kenaikan Tarif Cukai Tembakau?

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Ubaidillah Umar Sholeh mengatakan pada tahun 2020, produksi tembakau di Jawa Timur mencapai 85 ribu ton dan hasil cukainya mencapai 164,8 trilliun.

Menurut dia, Jawa Timur penyumbang tembakau terbesar kedua setelah Nusa Tenggara Barat (NTB).

BACA JUGA: Gempur Rokok Ilegal, Upaya Bea Cukai Lindungi Industri Hasil Tembakau yang Legal

“Kesejahteraan petani tidak sebanding dengan kontribusi petani tembakau menyumbang devisa negara,” kata Ubaidillah Umar.

Ubaidillah mengungkapkan harga tembakau mengalami penurunan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur. Seperti Harga 1 kg tembakau di Bondowoso Rp 4.200,00.

“Kami di legislatif meminta kepada Pemerintah untuk tidak menaikkan cukai rokok, dengan alasan ini akan membebani petani,” ungkapnya.

Dia mendorong Koalisi Tembakau, untuk peka terhadap Petani Tembakau. Serap aspirasi petani agar bisa kita perjuangkan bersama-sama.

“Tidak ada cara lain, harus menunda kenaikan cukai rokok,” kata Ubaidillah yang juga Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur itu.

Dalam kesempatan itu juga, Anggota DPRD Sumenep Irwan Hayat mengatakan berbicara tembakau, di Sumenep menjadi Daun Emas.

Artinya, menurut Irwan, dari tembakau menjadi mata pencaharian masyarakat Sumenep.

Menurut dia, kenaikan cukai tembakau akan berdampak serius terhadap petani tembakau juga industri rumahan.

“Ada perlakuan tidak adil terhadap Petani Tembakau, harga rokok naik dengan cukai dinaikkan, tapi bahan baku juga naik,” kata dia.

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep Dulsiam mengatakan melalui fraksinya di DPRD akan terus mengawal dan menginisasi Raperda Pertembakauan.

“Kami di DPC PKB Sumenep memerintahkan Fraksi PKB Sumenep untuk menginisiasi Raperda Pertembakauan. PKB sebagai partai mayoritas di Sumenep, memperjuangkan agar tembakau menjadi komoditas andalan di Kabupaten Sumenep,” katanya.

Dulsiam mengapresiasi Gerbang Tani yang telah menolak keras kenaikan cukai rokok.

Dia mengapresiasi DPN Gerbang Tani dengan sikap menolak kenaikan cukai rokok.

“Saya sebagai Anggota DPRD Sumenep meminta agar semuanya kompak mengajak 6 Fraksi di DPRD Sumenep untuk menolak kenaikan cukai rokok, agar petani tembakau berdaya, hasil pertanian tembakau bernilai tinggi,” tegas Dulsiam.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler