Doa dan Dukungan Santri Bikin Abah Merasa Happy

Minggu, 20 Januari 2019 – 19:13 WIB
KH Ma'ruf Amin saat mengunjungi Pondok Pesantren Riyadlul Huda Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1). Foto: M Kusdharmadi/JPNN.Com

jpnn.com, BANDUNG BARAT - Calon wakil presiden bernomor urut 01  KH Ma'ruf Amin mengaku bahagia mendapatkan dukungan dan doa dari para santri. Pendamping Joko Widodo alias Jokowi di Pilpres 2019 itu menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Tausiyah Kebangsaan di Pondok Pesantren Mambaul Falah, Cihampelas, Cipatik, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1).

"Saya bahagia dapat doa dan dukungan karena memang saya sekarang menjadi cawapres," kata Kiai Ma'ruf.

BACA JUGA: Maruf Amin: Saya Orang Sunda yang Kiai

Mantan rais am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, dia menjadi cawapres karena diajak Presiden Jokowi. Selain itu, ada ulama yang mendorongnya menjadi cawapres.

"Saya bilang, kalau dukungan ulama itu sudah dari dahulu. Semua presiden dari dulu didukung ulama.  Tetapi, kalau sekarang Pak Jokowi ini selain  mendapatkan dukungan para ulama, juga menggandeng ulama," katanya.

BACA JUGA: Optimisme Kiai Maruf untuk Kalahkan Prabowo-Sandi di Bandung Raya

Ma'ruf menilai keputusan Jokowi menggandengnya merupakan bentuk kecintaan Jokowi kepada ulama. Hal ini juga menepis tudingan yang menyebut Presiden Ketujuh RI itu antiulama.

"Pak Pak jokowi mencintai ulama. Buktinya dia menggandeng ulama. Katanya, Pak Jokowi antiulama, tapi ini wakilnya ulama. Jadi tidak benar (Jokowi anti-ulama)," ungkap kiai yang akrab disapa dengan panggilan Abah itu.

BACA JUGA: Kader Demokrat yang Wali Kota Cirebon Itu Deklarasi Dukung Jokowi - Maruf

Cicit Syekh Muhamad Nawawi al-Bantani itu mengharapkan keputusan Jokowi menggandengnya merupakan awal bagi para ulama memimpin negara. "Sekarang saya mewakili ulama jadi cawapres, besok saya harapkan ulama yang menjadi presiden di Indonesia," jelasnya.

Menurut dia, Jokowi juga banyak berperan untuk Islam. Misalnya, mantan Gubernur DKI itu menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

"Baru 70 tahun atau 2015 lalu 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional oleh Pak Jokowi," ujarnya.

Karena itu Kiai Ma'ruf merasa aneh jika ada yang bilang Jokowi jauh dari Islam dan antiulama. "Beliau mencintai kiai, mencintai ulama, mencintai santri. Bahkan beliau yang pertama adakan zikir nasional di Istana," jelasnya.

Lebih lanjut Kiai Ma'ruf memotivasi para santri agar tidak bersikap rendah diri. Dia mengajak santri harus optimistis untuk berkiprah di profesi apa pun.

"Santri harus punya harapan. Karena saya juga santri. Mudah-mudahan ke depan ada lagi presiden dari santri. Dulu ada presiden dari santri yakni Gus Dur," katanya.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baliho Prabowo-Sandiaga di Dekat Pura Jadi Keluhan Warga


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler