Dokter Nova Riyanti: Remaja Milenial Rentan Bunuh Diri

Rabu, 10 Oktober 2018 – 17:50 WIB
Dr Nova Riyanti Yusuf SpKJ. Foto: Mesya Mohamad/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Generasi milenial rentan stres hingga menyebabkan gangguan kesehatan jiwa. Ini diperkuat dengam data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan gangguan kejiwaan remaja di era sekarang ini sudah dimulai pada usia 14 tahun.

Saat ini sudah menjadi tren remaja terjangkiti gangguan kesehatan jiwa, dengan kategori, ringan, sedang dan berat. Depresi, gelisah, stres, perubahan suasana hati atau bete, sangat umum dialami remaja.

BACA JUGA: Waspada, Stres Bisa Mengancam Jiwa

Menurut dr. Nova Riyanti Yusuf SpKJ, Dewan Pakar Bakeswa (Badan Kesehatan Jiwa Indonesia), usia muda sudah mulai stres seiring dengan dinamika sosial dan tekanan dari lingkungan sekitar. Banyak orang menganggap stres bukanlah penyakit sehingga tidak perlu diobati.

Padahal stres sebagai gejala awal gangguan kesehatan jiwa. Bila individu tidak bisa mengelolanya lama-lama akan menjadi depresi (tingkat lebih berat).

BACA JUGA: Bu Risma Minta Puluhan Pelajar Penyilet Tubuh ke Ponsos

"Munculnya gangguan kesehatan jiwa pada usia muda ini sangat dipengaruhi lingkungan sosial. Dari hasil penelitian menyebutkan faktor kemiskinan, menikah muda, hamil di luar nikah, mendapatkan perlakuan diskriminatif, stigma, bullying, kekerasan dalam rumah tangga, putus asa, dan sebagainya bisa memicu anak-anak susah mengendalikan emosi," terang Nova dalam diskusi Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018 di Universitas Paramadina, Rabu (10/10).

Bahkan yang umum dialami remaja apabila mengalami stres adalah gampang sakit perut, diare, takut berlebihan (phobia), hingga gangguan makan (eating disorder). Namun hal itu sering dianggap oleh orang tua bukan sebagai ancaman kesehatan jiwa.

BACA JUGA: Waspada, Kesepian Salah Satu Pemicu Bunuh Diri

Dari hasil penelitian Dokter Nova menyebutkan problema emosional justru paling banyak dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Perempuan mengalami problema emosional empat kali lipat dibandingkan laki-laki.

Sedangkan sekolah umum kecenderungannya memiliki risiko problema emosional tiga kali lipat daripada sekolah kejuruan.

"Sakit jiwa yang sudah akut ini umumnya akan diselesaikan dengan tindakan bunuh diri. Tindakan bunuh diri sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri hidup tidak membahagiakan, kini mulai umum dilakukan remaja," paparnya. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Benarkah Orang Sukses Rentan Bunuh Diri?


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler