Dokter Paru Bandingkan Bahaya Tuberkulosis dan Covid-19, oh Ternyata

Jumat, 25 Maret 2022 – 14:15 WIB
Dokter Spesialis Paru dr. Adrianne Marissa Tauran, Sp.P memaparkan bahayanya TBC. Foto: dokumentasi Siloam Hospitals 

jpnn.com, JAKARTA - Tuberkulosis (TBC) bisa menyerang berbagai organ tubuh, terutama paru-paru.

Bakteri yang mengakibatkan TBC ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui droplet kecil di udara yang dilepaskan melalui batuk dan bersin.

BACA JUGA: Rahmad Handoyo Ingatkan Masyarakat Jangan Sambut Berlebihan Izin Mudik Lebaran

Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, disebutkan bahwa terdapat 11 pasien yang meninggal karena TBC dalam kurun waktu satu jam.

Menurut Dokter Spesialis Paru Siloam Hospitals Makassar dr. Adrianne Marissa Tauran, Sp.P., ternyata kasus ini lebih besar daripada Covid-19.

BACA JUGA: Ayah Ira Koesno Meninggal Setelah Dirawat Akibat Covid-19, Begini Kronologinya

Dia mengatakan, Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan virus. Tubuh sudah kodratnya bisa sembuh sendiri dari virus.

"Selama daya tahan tubuh baik, penyakit yang disebabkan virus akan sembuh dengan sendirinya," kata dr. Adrianne dalam diskusi kesehatan daring memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) setiap 24 Maret.

BACA JUGA: Berita Duka: Ayah Ira Koesno Meninggal Gegara Covid-19, Tetaplah Waspada

Dia melanjutkan, TBC disebabkan bakteri sehingga harus diobati. Selain itu, TBC tidak bisa sembuh dengan pengobatan herbal.

Bagi penderita TBC murni, menurut dokter Adrianne, tidak ada pantangan makanan. Nutrisi, khususnya kalori dan protein, harus diperbaiki.

"Jika pasien TBC ini menderita kencing manis, harus konsultasi dengan dokter gizi dan penyakit dalam," ujarnya.

Bukan hanya itu, pasien TBC harus memeriksa gula darah dan HIV.

Hal ini, terang Adrianne, dilakukan untuk skrining.

Dengan demikian, penatalaksanaan penyakit keduanya bisa lebih cepat.

Setelah pasien sudah menyelesaikan pengobatan TBC dalam waktu 6 bulan dengan kondisi normal, akan dilakukan foto toraks lanjutan di bulan ke-6, ke-12, serta bulan ke-24.

"Jadi, dalam 2 tahun, kondisi pasien tetap harus dievaluasi apakah terjadi kasus kambuhan atau tidak," ujar Adrianne.

Dia mengingatkan, TBC bisa kambuh walaupun sudah sembuh. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi dengan baik.

Untuk mencegah penularan, kata Adrianne, penderita TBC harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri.

Kemudian, konsumsi makanan bergizi. Jika daya tahan tubuh kurang, orang akan lebih mudah terpapar TBC daripada yang daya tahan tubuhnya baik. 

Lalu, gunakan masker atau menutup mulut sewaktu batuk atau bersin agar bisa menghindari penularan dan tidak meludah di tempat sembarang.

Adrianne menyarankan perokok agar segera mengubah gaya hidup dengan berhenti merokok. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Diet Sehat untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Agar Terhindar dari Infeksi Covid-19


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Mesya Mohamad, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler