Dokter Singapura Tak Mampu Obati Syaukani

Selasa, 23 November 2010 – 13:09 WIB
JAKARTA - Kondisi kesehatan Syaukani yang hanya bisa terbaring dengan kaki-tangan lumpuh dan kedua mata buta, dinilai sudah maksimalTim dokter RS Mount Elizabeth (Mount E), Singapura, mengaku tak bisa mengupayakan pengobatan lain, termasuk (lewat) penggantian sel otak dengan metode stem cell atau penyuntikan sel induk.

Kesimpulan tersebut diambil dokter ahli syaraf, Tang Kok Kee, setelah melihat hasil pemindaian otak mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) itu dengan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI)

BACA JUGA: Bachtiar: Gayus Bikin Rusuh

"Bapak didiagnosa menderita brain damage (kerusakan otak), dan nggak bisa pulih lagi seperti sebelum kena stroke
Dokter Mount E juga nggak berani lakukan stem cell, karena masih uji coba," ucap Silvi Agustina, putri sulung Syaukani, Selasa (23/11).

Praktis, selama di Singapura sejak Kamis pekan lalu, Syaukani hanya akan menjalani fisioterapi

BACA JUGA: RI-Arab Beda Persepsi soal Pembantu

Perawatan fisik didapatnya saat dirawat di RS Pusat Pertamina (RSPP) dan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, serta di Tenggarong, Kaltim
Silvi juga tak membantah jika disebut kondisi ayahnya saat ini tak jauh berbeda dengan sewaktu menjalani pengobatan di Mount E untuk kali pertama, pada akhir Februari lalu.

"Ya, begitu

BACA JUGA: Gayus Satu Blok Dengan Anggodo

Duduk-berdiri harus dibantuSemuanya dibantu perawat atau kita (keluarga)," tambah kakak sulung Bupati Kukar saat ini, Rita Widyasari tersebutWalau begitu, lanjut Silvi, pihak keluarga sudah memutuskan paling tidak untuk dua pekan ke depan, mantan Ketua DPD Golkar Kaltim ini akan tetap berada di Singapura.

Silvi juga belum bisa memastikan, apakah setelah itu ayahnya akan dirawat di Jakarta, atau kembali di pendopo Bupati Kukar di Tenggarong"Sambil tanya-tanya, di mana stem cell bisa dilakukanKatanya (di) InggrisAda yang bilang juga CinaKita di sini dulu-lah," tambahnya.

Pekan lalu, tim dokter Universitas Glasgow, Inggris, disebut berhasil menyuntikkan cairan berisi sel induk atau sel punca - yang diambil dari pusar bayi - itu, ke otak seorang pasien penderita stroke seperti SyaukaniPenyuntikan bertujuan guna merangsang otak untuk mengganti sel otak yang mati atau rusak akibat tak mendapat suplai oksigen atau hipoksiaTim dokter masih terus memantau kondisi pasien tersebutJika tak ada penolakan atau kelainan, jumlah stem cell akan terus ditambah sesuai kerusakan otak yang diderita pasien.

Namun, karena alasan masih uji coba inilah, dokter Mount E menolak keinginan Syaukani, meski (yang bersangkutan) mengaku sudah siap dengan segala resikonya, termasuk keuangan dan kegagalanDitegaskan Silvi, walau masih uji coba, pihaknya sudah memutuskan untuk mencoba stem cellPasalnya katanya, hanya pengobatan jenis itu yang mampu dilakukan dunia kedokteran.

Karena alasan sakit menetap, terpidana 6 tahun kasus korupsi ini memang mendapat grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang diserahkan sehari selepas Hari Kemerdekaan RIBeberapa LSM seperti ICW, sempat meragukan kondisi kesehatan Syaukani ini, bahkan menyebut (bahwa) setelah pulang ke Tenggarong kondisinya membaikICW sempat mendesak pemerintah agar meninjau ulang pemberian grasi, atau setidaknya mengirimkan dokter independenKepenasaran ICW sempat pula dijawab Silvi dengan mengundang mereka datang ke Tenggarong, namun tak direspon(pra/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diambil Alih KPK jika Diserahkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler