Dokter Terawan Bergabung ke PDSI Setelah Menerima Surat Pemberhentian dari IDI

Sabtu, 21 Mei 2022 – 09:43 WIB
Terawan Agus Putranto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Dokter Terawan Agus Putranto telah menerima surat pemberhentian dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

Kini, demi kepentingan kemanusiaan, Terawan akan turut bergabung dan membesarkan Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). 

BACA JUGA: Jenderal Andika, Dokter Terawan dan Sanksi Pemberhentian Tetap IDI

Anggota Tim Komunikasi Terawan, Andi mengatakan purnawirawan TNI itu telah menerima surat pemberhentian dari IDI. Hanya saja, Andi tidak menjelaskan kapan persisnya surat itu diterima Terawan. 

"Saya akan ikut membangun PDSI karena saya sudah tidak ada tempat untuk berteduh lagi. Talenta yang diberikan Tuhan kepada kita harus bermanfaat untuk menolong masyarakat," ujar Terawan seperti ditirukan anggota Tim Komunikasi Terawan, Andi, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (20/5) sore. 

BACA JUGA: Tegas, Jaya Suprana: Saya Percaya Sepenuhnya Sama Dokter Terawan

Menurut Andi, Terawan tidak akan merespons pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar IDI Moh Adib Khumaidi bahwa IDI tidak akan menolak apabila purnawirawan jenderal TNI bintang tiga itu kembali bergabung.

“Atas nama kemanusiaan Pak Terawan sudah bertekad ingin membesarkan PDSI,” katanya.

BACA JUGA: Jenderal Andika: Kalau Dari TNI yang Mengintimidasi, Kami Pasti Menindaklanjuti Itu

PDSI diketuai oleh mantan Staf Khusus Terawan Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto. 

Jajang mendeklarasikan berdirinya PDSI pada 27 April 2022.

Jajang telah meminta Terawan menjadi pelindung di kepengurusan organisasi yang dipimpinnya.

PDSI telah mendapat pengakuan dari pemerintah dengan terbitnya SK Kemenhumkam dengan Nomor AHU 003630.AH. 01.07.2022. 

Meski telah pindah ke ‘rumah baru’, kata Andi, Terawan tetap menghormati sesama rekan dokter yang bernaung di IDI.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih pada rekan sejawat. Sekian lama saya bergabung di IDI dan mendapat banyak pelajaran berharga," ujar Andi menirukan ucapan Terawan.

Andi mengungkapkan harapan Terawan bahwa PDSI bisa berkontribusi dalam membangun kesehatan masyarakat.

Menurutnya, jenderal bintang tiga yang juga pernah menjabat Kepala RSPAD Gatot Soebroto Jakarta itu, mengajak para rekan sejawat ikut bergabung untuk membesarkan PDSI.

“Agar dapat mengembangkan ilmu kesehatan yang lebih maju, saya mengajak rekan sejawat yang bertugas di TNI, Polri, ASN, swasta, profesional dan juga para dokter serta mahasiswa di dalam dan di luar negeri untuk bergabung bersama PDSI," kata Terawan kepada Andi.

Pemberhentian Terawan dari keanggotaan IDI bermula dari rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI pada Muktamar Ke-31 IDI di Aceh, 25 Maret 2022.

Alasan munculnya rekomendasi pemecatan itu, antara lain Terawan dinilai melakukan pelanggaran etik berat serta memicu kontroversi sejak 2018 hingga 2022.

Salah satu yang dianggap kontroversi, yakni temuan Terawan tentang metode cuci otak atau Digital Subtraction Angiography (DSA). (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler