Doorr! Otak Bandit L300 Akhirnya Tumbang

Senin, 26 September 2016 – 07:48 WIB
Ilustrasi. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - SURABAYA – Unit Jatanras Polrestabes Surabaya menembak mati M. Sholeh alias Sadeng. Dia adalah otak jaringan pencurian yang meresahkan setengah tahun belakangan.

Berdasar data internal kepolisian, pria asal Bangkalan itu adalah dalang puluhan aksi pencurian L300 yang terjadi di Kota Pahlawan.

BACA JUGA: Tim Buser Tangkap Sejumlah Penjudi

 "Dia yang merekrut sekaligus menggerakkan kelompok pencuri pikap," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Kemarin Sadeng bersama seorang kawannya diduga hendak beraksi lagi. Tapi, polisi berhasil melacak dan menghentikan pergerakannya.

Korps seragam cokelat pun terpaksa menghabisi Sadeng karena melawan polisi dengan senjata tajam.

Kawan Sadeng menyerah saat tahu pimpinannya tumbang. Siapa nama kawan Sadeng ? Polisi masih merahasiakannya.

BACA JUGA: 37 Kali Beraksi, Kedua Kaki Perampok Sadis Ambruk Ditembak

 "Kami masih keler dia karena ada dua DPO (buron) yang diburu," tambah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu. Buron tersebut merupakan kaki tangan Sadeng.

Berdasar sumber internal Jawa Pos di kepolisian, Sadeng memang kerap berganti-ganti partner. Ada empat hingga enam orang yang bergabung dengan kelompok Sadeng.

Sejak Jumat lalu (23/9), sebenarnya polisi mengendus Sadeng akan beraksi. Sasarannya Surabaya Timur, kawasan yang selama ini paling rawan terjadi pencurian L300.

Betapa tidak, di wilayah itu Sadeng begitu mudahnya menggasak pikap. Bahkan, aksi pencurian bisa berlangsung setiap hari.

Untuk memburu Sadeng, satu tim polisi disebar. Mereka menunggu Sadeng menggondol mobil.

BACA JUGA: 2 Bulan Hasrat Tak Tersalurkan, Tukang Ojek Gagahi Siswi SMP

"Sayangnya, ada miskordinasi karena ada tim lain yang punya strategi beda. Pelaku jadi tidak terpantau hingga akhirnya lolos," cerita sumber tersebut.

Dini hari kemarin, polisi kembali menerima informasi bahwa pelaku meninggalkan Bangkalan. Sekitar pukul 01.30, Sadeng bersama kawannya itu sudah berputar di Jalan Nyamplungan, kawasan Surabaya Utara.

Satu regu yang berisi tiga orang dari unit jatanras menindaklanjuti kabar itu. Nama regu tersebut adalah Tim Puma. "Mereka memancing pelaku untuk bertemu," tambah sumber tadi.

Selain mengantongi identitas pelaku, rupanya polisi mengetahui nomor handphone Sadeng. Polisi kemudian mengirimkan pesan singkat ke Sadeng.

 Mereka berperan sebagai orang misterius, menawarkan perempuan yang bisa diajak kencan. Sadeng diminta untuk bertemu di jalanan yang sepi, yakni sekitar Kampung Cantian, Simokerto.

Ternyata, cara itu berhasil. Sadeng muncul dengan memboncengkan temannya. Dia tidak mengetahui bahwa di sana sudah ada sejumlah polisi yang menyanggongnya. Tak mau buruannya lepas, polisi langsung menabrak motor Sadeng.

Sadeng sebenarnya sempat terjatuh. Namun, dia berhasil bangkit dan mengeluarkan parang sepanjang 40 cm. Senjata tajam itu ditebaskan ke arah polisi. Sabetan tersebut mengenai tangan dan ulu hati polisi bernama Aiptu Kasum yang memimpin penangkapan itu. Pergelangan tangannya sobek sampai harus mendapat 20 jahitan.

Melihat Aiptu Kasum terluka, polisi lain memberikan tembakan peringatan. Tapi, hal itu tidak digubris Sadeng. Dia bahkan berani berlari dengan mengangkat parang, menggertak polisi yang memegang revolver itu.

Tidak mau mengambil risiko, polisi langsung mengarahkan senjata api tersebut ke arah Sadeng. Dor! Dor! Dor! Dor! Empat peluru tepat mengarah ke sasaran. Sadeng ambruk seketika.

Jawa Pos sempat melihat titik peluru yang bersarang di bandit bertubuh gempal itu di Ruang Jenazah RSUD dr Soetomo.

Satu peluru tepat di dada kiri hingga tembus punggung. Satu di lengan kiri. Dua di samping muka kiri hingga tembus sebelah kanan.

 Melihat pimpinannya tewas, kawan Sadeng langsung bertekuk lutut memohon ampun. Dia ditangkap dan saat ini dikeler ke Madura.

Sepak terjang Sadeng selama ini terbilang meresahkan. Kebanyakan tempat kejadian perkara (TKP) yang pernah disatroni berada di Surabaya Timur.

Dia juga diketahui berkawan dengan pelaku pencurian L300 lain yang pernah ditangkap Polsek Bubutan April silam.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti dua bilah senjata tajam, kunci L, dan sepeda motor nopol L 4283 QZ milik pelaku. Shinto memperingatkan pelaku yang belum tertangkap agar tidak bertindak nekad.

"Kami pasti memburu dua orang itu ke mana pun. Makanya lebih baik menyerah saja," tegasnya. (did/c7/git/flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggota Dewan: Ini Luar Biasa, ABG Dibanderol Rp 3 Juta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler