Dorong PEN, Pemerintah Pacu Pembangunan KEK di Berbagai Wilayah

Senin, 24 Mei 2021 – 15:24 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: dok. Kemenparekraf

jpnn.com, MALANG - Salah satu upaya pemerintah mendorong perekonomian dalam negeri diwujudkan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai wilayah di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengunjungi KEK Singhasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/5).

BACA JUGA: Sandiaga Uno Percepat Realisasi KEK Singhasari

Menurut Sandiaga, KEK Singhasari adalah KEK pariwisata yang berkonsentrasi di bidang ekonomi kreatif. Dia mengatakan wilayah dengan luas sekitar 120,3 hektare itu bakal menjadi Sillicon Valley di Indonesia.

Pihaknya optimistis KEK Singhasari bisa menjadi sebuah pusat perekonomian digital pertama yang ada di Indonesia. Berkaitan dengan proximity, kata dia, pertama KEK Singhasari ini dekat dengan ekosistem ekonomi digital yang sudah eksis di Malang dan sekitarnya.

BACA JUGA: Inilah Ikhtiar Bea Cukai dan Kanwil DJP Sukseskan Akselerasi KEK Singhasari

“Selain itu KEK Singhasari juga dekat dengan Surabaya yang menjadi ekonomi terbesar nomor dua di Indonesia," kata Sandiaga Uno.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Sandiaga akan mengajak perusahaan-perusahaan startup di Indonesia seperti GoTo (Gojek dan Tokopedia), maupun perusahaan teknologi internasional untuk berinvestasi di KEK Singhasari.

BACA JUGA: Melalui CVC, Bea Cukai Gali Potensi Ekspor dan Sosialisasikan Prosedur Impor

Dia berharap KEK Singhasari mampu menghadirkan keterampilan upskilling dan reskilling untuk para milenial, dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan sebesar-besarnya.

“Pemerintah akan memberi kebijakan yang tepat sasaran sesuai investor, pengelola, dan UMKM agar mereka bisa ikut tumbuh dan berkembang dengan KEK Singhasari," ujar Sandiaga.

Sebagai salah satu instansi yang juga terlibat dalam KEK, Bea Cukai Wilayah Jawa Timur II dan Bea Cukai Malang turut menyatakan komitmennya untuk menyukseskan KEK

Singhasari agar dapat menjadi pendorong pemulihan perekonomian lewat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, di Bitung, Sulawesi Utara, Bea Cukai bersama instansi pemerintah di sana mengadakan rapat koordinasi pengembangan KEK Bitung.

"Saya rasa dengan hadirnya stakeholders dalam rapat ini dapat menghasilkan suatu kesepakatan bahwa dalam pengelolaan KEK Bitung ini kita harus satu narasi agar masalah yang selama ini ada dapat segera teratasi,” kata Wali Kota Bitung Maurits Mantiri.

Kepala Kantor Bea Cukai Bitung Agung Riandar Kurnianto mengatakan bahwa letak geografis KEK Bitung ini sangatlah luar biasa.

Sumber daya alam yang melimpah dan adanya konektivitas dengan tol Manado-Bitung menjadikan fasilitas yang ada di KEK saat ini sangatlah luar biasa.

Hadirnya Pelabuhan Bitung sebagai international Hub Port justru menjadi kesempatan untuk memangkas jalur disribusi. (*/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler