jpnn.com - MEDAN - Marulam, 40, warga Pasar V Marelan tersebut yang meregang nyawa ditembak mati Petugas Polsek Helvetia dalam penyergapan di Hotel Toba Cottage, Belawan, Minggu (20/11) dini hari.
Buronan kasus beberapa kasus pembongkaran rumah dieksekusi karena pelaku mencoba kabur saat pengembangan kasus tersebut.
BACA JUGA: Demi Biayai Operasi Rahim, Ibu Ini Nekat Gadaikan BPKB Mobil Temannya
Kapolsek Helvetia, Kompol Hendrawan mengatakan saat ditangap pelaku sempat kewalahan karena mencoba kabur dengan cara menabrakkan mobilnya ke mobil petugas.
Setelah ditangkap, polisi menginterogasi pelaku untuk menunjukkan tempat persembunyian rekan-rekannya.
BACA JUGA: Tak Terima Disuruh Mandi, Bapak Kritis Ditikam Anak Sendiri
Saat pengembangan itu, pelaku menunjukkan gubuk tersangka lain bernama Joko di kawasan tanah garapan, Hamparan Perak.
“Di lokasi ini dia mencoba melarikan diri lagi setelah memukul petugas. Saat itulah petugas menembak pelaku, mengenai punggung tembus ke dada,” katanya seperti diberitakan pojoksatu (Jawa Pos Group) hari ini.
BACA JUGA: Hati-Hati, Sudah Terjadi 20 Kasus Penggelapan Mobil
Pelaku yang tertembak langsung dilarikan petugas ke RS Bhayangkara, Medan untuk mendapat pertolongan. Namun nyawanya tidak terselamatkan.
Dari penelusuran kasus diketahui, pelaku ini merupakan residivis yang sudah berulang kali melakukan kejahatan pembongkaran rumah-rumah mewah termasuk rumah milik seorang hakim tinggi di Jalan Setia Budi Bunga Melur 5 pada Juli 2016 lalu.
Dari tangan pelaku petugas menyita barang bukti kejahatan berupa senjata jenis soft gun, mobil toyota avanza silver B 1274 BRK, sejumlah jam tangan mewah yang diduga hasil kejahatan dan beberapa barang bukti lainnya.(rgu/MBC/ray/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Pembunuhan Sadis Terungkap, Dua Pelaku Berhasil Dibekuk
Redaktur : Tim Redaksi