DPR: Pemerintah Sudah Berusaha Hilangkan Kesenjangan Sosial

Senin, 04 Juni 2018 – 16:22 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Bambang Soesatyo usai membayarkan zakat melalui BAZNAS di Istana Negara, Senin (28/5). Foto: DPR

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan salah satu tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masih adanya kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Walaupun DPR dan pemerintah sudah berikhtiar sekuat tenaga untuk menurunkan angka kesenjangan sosial, tetapi kenyataan di masyarakat kesenjangan masih tetap ada.

BACA JUGA: Pancasila Jangan Hanya Sekadar Hafalan

“Berbagai upaya untuk mengatasi kesenjangan sosial telah dilakukan, baik oleh DPR maupun pemerintah. Misalnya, dengan memperluas lapangan kerja, menurunkan kemiskinan serta pemberdayaan UMKM. Tapi, tak cukup hanya DPR dan pemerintah saja yang bergerak. Semua pihak juga harus terlibat dalam mengatasi kesenjangan di masyarakat,” ujar Bamsoet saat menghadiri acara Berbagi Bersama Forum alumni HMI Wati (Forhati) di Masjid Jami Al Jihad, Jakarta Utara, Senin (04/06).

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, berbagai program telah dilakukan Presiden Jokowi untuk mengentaskan kemiskinan.

BACA JUGA: Fahri Hamzah: Selamat Jalan Mas Dawam

Misalnya, program bantuan sertifikat tanah gratis untuk masyarakat yang tidak mampu, kartu Indonesia Pintar untuk bidang pendidikan, kartu Indonesia Sehat untuk bidang kesehatan, kartu Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai untuk bidang sosial.

Bahkan, jumlah penerima bantuan keluarga harapan meningkat tajam dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga.

BACA JUGA: Fahri Hamzah: KPK Tak Berhak Menolak RKUHP di DPR

“Untuk pemberdayaan UMKM, ada bantuan Kredit Usaha Rakyat, pinjaman dana bergulir, bantuan akses pemasaran dan program-program pelatihan. Itu semua adalah ikhtiar yang dilakukan DPR dan pemerintah untuk mengangkat nasib saudara-saudara kita yang miskin, supaya kesenjangan di masyarakat semakin mengecil," jelas Bamsoet.

Bamsoet menuturkan, selain bantuan tunai kepada masyarakat, juga diperlukan memperbanyak kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat.

Karena, jika hanya memberikan bantuan yang sifatnya instan, manfaatnya hanya dirasakan dalam waktu sekejap.

Tetapi, melalui pemberdayaan masyarakat, akan mempunyai dampak jangka panjang serta dapat merubah nasib warga kurang mampu.

“Saya ingin mengajak kepada semua pihak untuk memperbanyak kegiatan yang sifatnya pemberdayaan. Saya yakin dengan pengalaman yang dimiliki, Forhati akan dapat membuat kegiatan pemberdayaan saudara-saudara kita yang membutuhkan," terang Bamsoet.

Bamsoet memaparkan, konsep pemberdayaan masyarakat akan membuat warga kurang mampu punya kegiatan dan usaha yang berkelanjutan.

Dari semula tidak punya usaha, menjadi memiliki usaha dan memperoleh penghasilan.

“Dengan adanya kegiatan usaha mereka akan memperoleh penghasilan, sehingga, bisa meringankan beban keluarga, bahkan bisa membiayai sekolah putra-putrinya,” kata Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menegaskan, berbagai program pemerintah saja tentu belum cukup tanpa partisipasi dari masyarakat.

Termasuk, peran serta organisasi keagamaan. Karena itu, Bamsoet mengajak agar umat Islam berlomba-lomba berbuat kebajikan guna membantu saudara sebangsa yang masih miskin.

"Saya yakin jika umat Islam bersatu padu, bergerak bersama, membuat kegiatan yang produktif, maka kemiskinan akan berkurang dan jurang kesenjangan juga akan semakin sempit. Sudah saatnya kita berbuat, mari gelorakan semangat berbagi dari kita untuk kita, dari ummat untuk ummat," pungkas Bamsoet. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Komisi XI DPR Mengapresiasi Pengendalian Inflasi di Sumbar


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
DPR  

Terpopuler