DPR RI: Mentan Amran Kerjanya Fokus, Hasilnya Nyata

Senin, 30 Juli 2018 – 21:09 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi memimpin rombongan Komisi IV DPR melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (30/7). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Membangun pertanian memerlukan strategi yang tepat, fokus menyelesaikan masalah mendasar dan konsisten sesuai pentahapan pembangunan. Itulah yang dilakukan Kementerian Pertanian pada Era Jokowi-JK.

Sejumlah anggota Komisi IV DPR menilai kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil. Mereka menilai Mentan Amran telah fokus mewujudkan swawembada pangan komoditas padi, jagung, cabai, bawang merah, sapi, kedelai dan lainnya serta meningkatkan kesejahteraan petani.

BACA JUGA: Kementan - FAO Tingkatkan Kewaspadaan Munculnya PIB

“Iya kerjanya fokus dan tuntas menyelesaikan masalah mendasar. Era pertanian saat ini hasilnya kelihatan,” demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi saat memimpin rombongan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (30/7).

“Ini hasilnya dua tahun terakhir saat hari besar keagamaan, pasokan pangan cukup dan harga stabil, ini belum pernah terjadi waktu lalu,” ungkap Yoga.

BACA JUGA: Terima Obor Asian Games, Mentan Ajak Warga Berpartisipasi

Menurutnya, produksi pangan meningkat karena dibangun infrastruktur irigasi, lahan, alat alat pertanian. Juga benih, pupuk dibenahi.

“Ada terobosan asuransi pertanian dan menyelesaikan masalah tata niaga pangan. Bentuk-bentuk perlindungan petani seperti ini perlu terus ditingkatkan,” pintanya.

BACA JUGA: Jokowi - Mentan Jalan Sehat Bersama 1 Juta Warga Makassar

Lebih lanjut, Viva mengatakan pada lokasi tanam cabai di Kendal ini sudah berjalan bagus, produksi cukup, kinerjanya masih bisa ditingkatkan pasca panen, pengolahan dan tata niaganya sehingga petani sejahtera dan konsumen menikmati harga wajar.

Anggota Komisi IV DPR RI Fadholi menambahkan agar pertanian lebih maju, untuk Kabupaten Kendal perlu pengembangan kopi dengan pendampingan pengolahan pasca-panen, di samping aspek bibit dam budidayanya. “Buah buahan jambu biji juga potensial untuk dikembangkan hingga industri hilir dan pasarnya,” ucapnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, Agung Widiantoro mengaku sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi cabai.

“Ini prestasi luar biasa dari Kementerian Pertanian. Selanjutnya perlu disinergikan antara produksi dengan tataniaga, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan BUMN terkait", ujar Agung.

Hal senada diungkap oleh Endang Sukarti Handayani, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar. Endang menyebut pola pertanaman cabai di Kendal perlu dicontoh di daerah lain, terutama di daerah Luar Jawa supaya lebih berkembang.

“Saya akui Kementerian Pertanian sudah bagus kerjanya. Jangan sampai kerja keras petani tidak diimbangi dengan harga yang layak,” ungkap Endang.

“Di sini pentingnya koordinasi antara Kementan dengan kementerian terkait lainnya,” katanya.

Keseimbangan pasokan bawang merah dan aneka cabai antara pulau menjadi perhatian khusus Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, program 2018 hingga dua tahun ke depan fokus membangun kawasan cabai, bawang merah, bawang putih di masing-masing pulau sehingga mampu mandiri memasok wilayah masing-masing.
Pada kawasan eksisting saat ini sudah pada tahapan fokus pada hilirisasi, sedangkan kawasan di luar Jawa masih menangani aspek hulu dan onfarm.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan produksi bawang merah nasioanal 2017 sebesar 1,47 juta ton surplus dari kebutuhan konsumsi 1,25 juta ton. Sedangkan produksi aneka cabai 2,4 juta ton surplus dibandingkan konsumsi 1,97 juta ton.

Luas panen bawang merah 2017 di Jawa Tengah 51.155 hektare dengan produksi 476.337 ton, sedangkan panen cabai 52.008 hektare dengan produksi 343.710 ton.

Luas panen bawang merah 2017 di Kabupaten Kendal 3.444 ha dengan produksi 31.886 ton, sedangkan panen cabai 847 hektar dengan produksi 5.996 ton.

Indonesia sejak 2016 sudah metutup impor cabai segar dan bawang merah, malah 2017 sudah ekspor cabai 8.624 ton dan bawang merah 7.750 ton.

Berdasarkan data dan informasi terlihat ekspor bawang merah 2018 akan naik sekitar dua kali lipat.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dewan Ketahanan Pangan Diminta Buat Kebijakan Komprehensif


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler