Dr. Salim: Kebersamaan Kunci Keberhasilan Bangsa Indonesia

Dialog Kebangsaan Bersama Tokoh Riau

Senin, 07 November 2022 – 19:54 WIB
Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri saat Dialog Kebangsaan bersama tokoh Riau yang digelar DPW PKS Provinsi Riau di Pekanbaru, Minggu (6/11). Foto: Fraksi PKS.

jpnn.com - RIAU - Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri mengatakan PKS terus mengajak berbagai elemen bangsa untuk bergandengan tangan, membangun kebersamaan dan kolaborasi untuk kemajuan bangsa. Dr. Salim menegaskan bahwa kemajemukan bangsa Indonesia ini luar biasa.

“Ada banyak perbedaan bangsa kita. Ada 17.508 pulau, 1300 suku bangsa, 715 bahasa, 6 agama resmi, tetapi di antara banyaknya perbedaan itu kita memilih untuk bersatu dan terus mengupayakan titik temu kebangsaan hingga kita bisa bertahan sampai hari ini," kata dia dalam orasi kebangsaannya dalam Dialog Kebangsaan Lintas Agama, Budaya, dan Organisasi bersama Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri yang digelar DPW PKS Provinsi Riau di Pekanbaru, Riau, Minggu (6/11).

BACA JUGA: Dr. Salim Mendapat Gelar Adat Datuk Maulana Sukmajaya dari LAM Siak

Acara yang dihadiri para tokoh lintas agama dari MUI, DDII, FKUB, para pejabat publik legislatif dan eksekutif, pimpinan dan pengurus ormas, organisasi sosial, perempuan, dan pemuda serta tokoh pengusaha, itu merupakan rangkaian Program Dr. Salim Menyapa Indonesia di Provinsi Riau 5-8 November 2022. 

Dr. Salim menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para tokoh yang hadir dan berdialog dengan PKS untuk mengokohkan titik temu dan ikatan kebangsaan.

BACA JUGA: Habib Aboe Pengin Industri Pertahanan Dalam Negeri Bisa Memenuhi Kebutuhan Alutsista

Menteri Sosial RI 2009-2014 ini kemudian menyampaikan tiga pesan kebangsaan. "Pesan pertama, kita semua pasti siap mencintai NKRI. Pesan kedua, kita semua juga pasti siap menjaga dan membela NKRI. Dan pesan ketiga, kita harus siap berkolaborasi untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya. 

Menurut Dr. Salim, berbuat untuk negeri ini pasti tidak akan berkesudahan, sebagaimana menjadi bangsa Indonesia yang melalui proses panjang atau “being Indonesia is never ending proces”. "Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa," katanya.

BACA JUGA: Jazuli Juwaini Bicara Makna Kemerdekaan: Jembatan Emas Mewujudkan Indonesia Sejahtera

Ketua Persatuan Ulama Internasional ini melihat Indonesia punya potensi luar biasa, tetapi sayangnya belum bisa dikelola dengan baik. Indonesia masih jadi negara berkembang. Indonesia juga masih kalah bersaing dengan negara-negara di dunia. "Maka tugas kita membangun martabat bangsa sehingga diperhitungkan oleh bangsa-bangsa di dunia," ungkapnya.

Menurut Dr. Salim, Indonesia punya prasyarat dan peluang untuk menjadi bangsa maju. Sumber daya alam, sumber daya manusia Indonesia melimpah dan kualitasnya makin baik.

Hal ini masih ditambah karakter bangsa Indonesia yang juga luar biasa. “Kita punya local wisdom yang dahsyat; santun, pemaaf, menghormati orang lain, solider, gotong royong. Ini bisa menjadi modal kemajuan bangsa di tangan pemimpin yang tulus,” paparnya.

Dr. Salim mengatakan sudah menjadi tugas pemimpin untuk benar-benar melayani rakyat. Dengan karakter kebaikan bangsa Indonesia tersebut, katanya, memimpin bangsa ini tidaklah sulit. “Yang diperlukan perhatian dan pelayanan yang tulus sehingga rakyat benar-benar sejahtera," paparnya.

Menurutnya, pemimpin yang tulus pasti berusaha menyatukan bangsanya, bukan membiarkan keterbelahan apalagi membangun narasi pecah belah. “Kita butuh persatuan dan kesatuan. Bangsa ini terlalu besar untuk dikelola oleh satu dua kelompok saja. Kebersamaan adalah kunci keberhasilan bangsa," pungkas Dr. Salim dalam siaran persnya. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler