Dr. Salim: Kemajemukan Bisa jadi Kekuatan Bangsa Indonesia

Senin, 21 November 2022 – 12:06 WIB
Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri saat Program Dr. Salim Menyapa Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (20/11), di Kota Pontianak. Foto: Fraksi PKS DPR.

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri mengatakan kemajemukan bukan saja realitas, tetapi fitrah bangsa Indonesia yang diyakini sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, dalam kemajemukan itu masyarakat bersepakat untuk bekerja sama membangun bangsa dan negara Indonesia. Dr. Salim menambahkan bahwa para pendiri bangsa tidak melihat perbedaan dan kemajemukan sebagai masalah.

BACA JUGA: Dr. Salim: Kebersamaan Kunci Keberhasilan Bangsa Indonesia

“Demikian juga seharusnya dengan kita hari ini. Yang paling penting dan terus kita usahakan adalah persatuannya untuk kepentingan bangsa dan negara," ungkap Dr. Salim.

Dia menyampaikan itu saat Dialog Kebangsaan Dr. Salim bersama para tokoh lintas agama, budaya, dan profesi se-Kalimantan Barat yang digelar di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kalbar, Minggu (20/11).

BACA JUGA: Sesuai Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan, Syaikhu Memerintahkan Ini Kepada Legislator PKS

Dialog ini merupakan bagian dari Program Dr. Salim Menyapa Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat. Dr. Salim hadir didampingi Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini, Ketua DPP BPW Kalimantan Alifudin, Ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS Muhammad Said, Ketua DPW PKS Kalbar Arif Joni, beserta seluruh anggota DPRD dari Fraksi PKS se-Kalbar.

Hadir dalam acara itu, antara lain, Gubernur Kalbar Sutarmidji yang juga sekaligus memberikan sambutan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, para pemuka agama, tokoh agama, organisasi pemuda dan mahasiswa hingga perwakilan partai politik.

BACA JUGA: Habib Aboe: Kinerja Ditjen Imigrasi di KTT G20 Cukup Rapi, Patut Diapresiasi

Program Dialog Kebangsaan Bersama Dr. Salim terus digelar di seluruh Provinsi se-Indonesia. Tujuannya adalah menyatukan visi kebangsaan seluruh anak bangsa apa pun latar belakang suku, agama, ormas, profesi bahkan partai dan kepentingan politiknya.

"Ini bagian dari agenda strategis kebangsaan PKS. PKS ingin menjadi bagian bangsa yang menyatukan seluruh potensi anak bangsa melampaui semua perbedaan. PKS ingin menjadi titik temu bagi agenda-agenda strategis bangsa Indonesia," ungkap Dr. Salim

Menurut Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Kerajaan Oman 2005-2009 ini, menjadi Indonesia adalah proses berkelanjutan bahkan tidak akan pernah berhenti.

“Being Indonesia is never ending process. Maka kita tidak boleh merasa paling benar, paling NKRI, paling nasionalis, paling pancasilais. Kita harus berlapang dada untuk berbagi peran dan bekerjasama dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air,” paparnya.

Menurut Menteri Sosial RI 2009-2014 ini, tugas partai politik menyiapkan pemimpin yang benar-benar mencintai dan melayani rakyat. Sebab, ujar dia,  hanya pemimpin yang demikian yang paham memperlakukan rakyatnya yang berbeda-beda, layaknya orang tua melihat anak-anaknya.

Dia menegaskan bahwa seorang ayah tidak mungkin berbuat zalim kepada anak-anaknya. "Pemimpin harus punya dua visi. Satu, visi kebangsaan, yaitu merasakan satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air Indonesia. Kedua, visi kepemimpinan, yaitu mampu menyatukan seluruh anak bangsa, bukan memecah belah. Menjadi pemimpin bagi semua bukan hanya kelompoknya," ungkap dia.

Orang nomor satu di PKS ini meyakini Indonesia bisa menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur serta diperhitungkan bangsa-bangsa dunia.

"Syaratnya kita syukuri kemajemukan bangsa ini dan kita jadikan sumber kekuatan dengan kerja sama dan kolaborasi. Karena kolaborasi adalah kunci keberhasilan bangsa Indonesia," pungkas Dr. Salim dikutip dalam siaran persnya, Senin (21/11). (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler