Driver Go-Jek Bandung Bakal Geruduk Jakarta

Selasa, 16 Agustus 2016 – 07:34 WIB
Aksi unjuk rasa driver Gojek di Bandung, Senin (15/8). Foto: pojokjabar.com

jpnn.com - BANDUNG– Ribuan driver Gojek se-Bandung Raya menggelar aksi demonstrasi di depan kantor perwakilan PT Gojek Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin (15/8). Mereka mempertanyakan kebijakan manajemen memangkas tarif jasa angkut per kilometer sejak tiga hari lalu.

“Pertama kali Rp 4.000 pada tahun 2014. Kemudian tahun 2015 turun jadi Rp 3.000, awal tahun 2016 turun lagi jadi Rp 2.500 dan tiga hari lalu jadi Rp 2.000,” ujar Koordinator Lapangan Himpunan Driver Gojek Bandung Raya (HDBR) Bandung Tengah, Asep di sela-sela aksi demo.

BACA JUGA: OJK Garansi Tax Amnesty tak Bikin Pasar Keuangan Alami Bubble

Menurut Asep, pemangkasan tarif tersebut sangat berdampak terhadap pendapatan harian para awak Gojek. Soalnya, dari tarif jasa angkut baru ini, para awak Gojek praktis cuma mendapat Rp 1.600 per kilometer. Sementara 20 persen dari tarif masuk ke kantong PT Gojek Indonesia sesuai perjanjian.

“Kita biasa bawa uang ke rumah Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, kalau sekarang paling cuma Rp 20 ribu karena kita juga harus keluar modal kuota internet, pulsa sama bensin,” tutur Asep. Asep pun berharap manajemen PT Gojek Indonesia dapat mengembalikan tarif jasa angkut menjadi Rp 3.000.

BACA JUGA: Pemerintah Diminta Selektif Lakukan Pemotongan Dana Transfer Daerah

Sementara, Wakil Ketua HDBR Bayu Irawan mengimbau para awak Gojek untuk mogok sementara sampai tuntutan mereka dipenuhi. “Kami meminta maaf kepada costumer soalnya hari ini kita tidak mau narik perumpang. Kami sengaja beristirahat karena belum ada kejelasan tarif,” tutur Bayu.

Dia memastikan aksi demo hari ini berjalan damai tanpa kekerasan. Namun, sesuai kesepakatan jika keputusan tidak digubris manajemen PT Gojek Indonesia dalam waktu 3×24 jam mereka mengancam akan bertolak ke kantor pusat Gojek di Jakarta secara masal. (mur/dil/jpnn)

BACA JUGA: JK Kunjungi BRI Digital di Terminal 3 Bandara Soetta

BACA ARTIKEL LAINNYA... Investasi Bodong Marak, Investor Malah Bertambah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler