DS yang Ditangkap Densus 88 Itu Penjual Bakmi, Simak Kesaksian Juli Riyadi

Minggu, 04 April 2021 – 21:13 WIB
Tim Densus 88 Mabes Polri (Foto ANTARA)

jpnn.com, BANTUL - Tim Densus 88 Antiteror Polri menggeledah rumah DS di wilayah Dusun Jomboran, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada Minggu (4/4).

Menurut Kepala Dukuh Jomboran Gilangharjo Pandak Bantul Juli Riyadi, warganya yang menjadi terduga teroris itu ditangkap Densus 88 pada Minggu pagi.

BACA JUGA: Personel Densus 88 Ikut Jumatan, Lalu Tangkap Terduga Teroris

"Penggeledahan sekitar jam 11.00 WIB sampai jam 13.00 WIB," kata Juli Riyadi ketika dihubungi melalui sambungan telepon di Bantul, Minggu malam.

Menurut dia, dalam penggeledahan itu aparat mengamankan sejumlah barang bukti seperti buku rekening, buku bacaan, kuitansi, busur panah, belati kecil, laptop, handphone, kepingan contact disc (CD) dan flashdisk.

BACA JUGA: Mendagri Tito Kunjungi Papua dan Papua Barat, Mampir di Venue PON

"Kalau jumlahnya (barang bukti, red) tidak tahu, tetapi cuma itu tadi. Saya jadi saksi (penggeledahan). Ada istri dari yang bersangkutan tadi di rumah," ujarnya.

Sementara DS sendiri sudah tidak berada di lokasi saat penggeledahan oleh tim Densus 88.

BACA JUGA: Herzaky: Kubu Moeldoko Harus Meminta Maaf kepada Rakyat dan Presiden Jokowi

"Menurut keterangan dari polisi sudah diamankan pagi tadi. Katanya sudah diamankan di Polda," ucap Juli.

Dia mengatakan DS merupakan warga asli Jomboran Gilangharjo Pandak, dan sehari hari bekerja sebagai penjual bakmi di kawasan Jalan Parangtritis.

Dikatakan Juli, DS juga dikenal terbuka dengan masyarakat sekitar.

"Warga saya asli, bukan pendatang. Warga sudah familiar karena memang dari kecil di situ. Sosialisasi di masyarakat bagus, tidak kemudian tertutup, sama sekali tidak," ucap Juli. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler