Dua Jurus BRI untuk Tingkatkan Keamanan Produk Keuangan Digital

Minggu, 25 April 2021 – 15:42 WIB
Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo membagikan dua jurus utama dalam meningkatkan keamanan siber untuk layanan dan produk keuangan digital. Foto: BRI

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) berupaya menjamin keamanan siber atas sistem dan platform. Hal itu dilakukan karena seluruh layanan produk keuangan digital yang dimiliki BRI terintegrasi.

Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo membagikan dua jurus utama dalam meningkatkan keamanan siber.

BACA JUGA: Sederet Program Srikandi BRI untuk Perempuan Indonesia

Menurut dia, BRI melakukan pengamanan berlapis dan aktif melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

BRI rutin melakukan identifikasi kerentanan dan testing (penetration test) yang ketat untuk memastikan tidak ada lubang di setiap inovasi produk digital.

BACA JUGA: Dukung Sarana Ibadah, BritAma dan Srikandi BRI Serahkan Donasi untuk Masjid Istiqlal

Kemudian, kata Indra, pengamanan berlapis dilakukan melalui penjaminan keamanan layanan dan operasional.

Selanjutnya, imbuh dia, penerapan protection technology, serta pengadaan sistem untuk mendeteksi ancaman siber secara cepat dan tepat menggunakan big data, serta AI.

BACA JUGA: Sunarso: Pekerja Perempuan BRI Duduki Jabatan Strategis

“Jadi kalau ada insiden harus ada respons cepat untuk bisa recover. Ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor baik dengan fintech, regulator, penegak hukum, telco. Harus ada kolaborasi yang makin erat antara sektor telco dan perbankan,” ujar Indra Utoyo dalam acara BRI Cuap-cuap Cuan Berkah yang diadakan oleh BRI dan CNBC Indonesia.

Indra mengakui digitalisasi yang berjalan cepat saat ini membawa konsekuensi pada peningkatan risiko keamanan siber.

Oleh karena itu, pelaku sektor perbankan saat ini harus bisa memiliki manajemen risiko yang lebih baik, cepat, dan tepat untuk memastikan keamanan setiap produk yang dimiliki.

Indra menyebut upaya membangun keamanan siber yang kuat tidak bisa dilakukan oleh masing-masing bank secara terpisah.

Perbankan harus melakukan beberapa langkah, seperti kolaborasi antarbank dan mengajak para pemangku kepentingan, regulator, serta penegak hukum.

Indra memastikan melalui kolaborasi yang kuat dan luas, dipastikan ke depannya respons dan langkah preventif tindak kejahatan siber bisa semakin efektif dilakukan.

Saat ini, lanjut dia, BRI telah menjalin kolaborasi dengan Perbanas, ASPI, BSSN, perusahaan telco dan fintech, serta regulator dan penegak hukum untuk meningkatkan pengamanan siber.
Kolaborasi ini membuat BRI bisa lebih sigap dalam meminimalisir potensi kerugian apabila ada tindakan yang dicurigai sebagai bentuk kejahatan siber.

“Kami juga percepat kartu-kartu ini bentuknya segera chip. Kami edukasi bersama-sama dengan pelaku jasa keuangan dan regulator kepada nasabah agar lebih berhati-hati, menerapkan pola akses yang lebih sehat, tidak klik situs yang tidak jelas, dan yang terpenting kolaborasi dengan perusahaan telekomunikasi," beber dia.

Indra mengatakan, setiap layanan digital saat ini sangat praktis dan bisa menggunakan mobile. Masyarakat harus melampirkan nomor ponsel, sehingga bisa menggunakan mobile.

"Jadi kalau ada blacklist nomor telepon ini penting untuk dilakukan, kalau ada pergantian nomor (nasabah pengguna mobile banking) juga kami dinotifikasi sehingga tidak terjadi fraud yang berpotensi merugikan nasabah,” papar Indra.

Tips untuk Nasabah BRI

Indra juga berharap masyarakat, khususnya nasabah BRI bisa semakin berhati-hati dan membentengi diri sendiri agar terhindar dari segala tindakan yang berpotensi merugikan mereka.

Kemudian, tips untuk nasabah yakni terkait Wi-Fi yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

"Jangan gunakan public Wi-Fi yang tidak aman," kata dia.

Indra juga mengingatkan agar nasabah menggunakan kata sandi atau password yang rumit di akun media sosial atau pun mobile banking.

"Harus dibedakan password dan user ID, kemudian pola tidak mudah ditebak," ungkap dia.

Tidak hanya itu, Indra menambahkan, jika menggunakan akses kompoter, sebaiknya merupakan milik pribadi.

"Pastikan aktifkan notifikasi sehingga akan terus dapat notif dari setiap transaksi, dan berperilaku internet sehat,” saran Indra Utoyo. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler