Dua Pelaku Pembunuh Sadis Pasutri di Madina Ditangkap

Sabtu, 11 April 2015 – 23:54 WIB

jpnn.com - MADINA - Polres Mandailing Natal mengamankan satu lagi warga Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, Tapsel, Sumut, yang diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap Hj Fatimah dan juga suaminya Bejeng. Kini, sudah dua yang diamankan setelah sebelumnya polisi mengamankan Bone, Kamis (9/4).

Informasi yang dihimpun Metro Tabagsel (Grup JPNN.com), Sabtu (11/4), polisi  menangkap Ramli (40) di lokasi perkebunan PT Agro Lestari yang tak jauh dari kediamannya. Ramli dikenal sebagai tukang bangunan juga buruh di perkebunan itu. Ia diketahui kawan dekat Bone yang diduga sebagai pelaku utama pembunuhan tersebut.

BACA JUGA: Wanita Cantik Kelabui Perusahaan dan Bawa Kabur Rp 2,6 Miliar, Begini Caranya

Namun, sampai saat ini belum didapati keterangan dari Polisi mengenai status Ramli, dan keterlibatannya seperti apa. Tetapi menurut warga, ia ikut membantu Bone dalam tragedi pembunuhan tersebut.

"Kami tidak tahu apa keterlibatannya dalam kasus pembunuhan itu, ada yang bilang dia ikut membantu," sebut R Lubis warga setempat kepada wartawan.
Menurut warga, rumah kediaman korban saat ini terlihat sepi dan terlihat ada garis polisi, sementara korban meninggal dunia Hj Fatimah dimakamkan di TPU Desa Panunggulan yang berjarak sekitar 8 kilometer dari rumah korban.

BACA JUGA: Mandi Bersama Teman-teman di Kubangan, Bocah Ini Pulang Sudah Jadi Mayat

Warga juga menyebut, Pasutri yang tergolong sudah tua itu hanya tinggal berdua di rumah karena tidak mempunyai keturunan. Dan mereka sudah tinggal menetap di Desa Tabuyung lebih dari 20 tahun. Sebelumnya mereka tinggal di lokasi perkebunan PT Kieng Nam. Tapi sekitar tahun 1990-an, pasutri ini pindah ke Desa Tabuyung, informasinya mereka pindah disebabkan pernah mengalami kasus pencurian di rumah tempat tinggal mereka.

Kasat Reskrim AKP Wira Prayatna yang dihubungi lewat KBO Reskrim, Ipda Masfan Naibaho membenarkan, pihaknya telah mengamankan dua orang warga Desa Tabuyung untuk kepentingan penyelidikan kasus pembunuhan. "Benar sudah ada dua orang yang diamankan untuk kepentingan penyelidikan, kalau sudah tersangka nanti kami informasikan kembali," ucap M Naibaho. (ray/wan/jpnn)

BACA JUGA: 3 Napi Panjat Pagar Setinggi Enam Meter Lalu Kabur Saat Salat Jumat

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bupati yang Dinonaktifkan Mendagri Ini Emosi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler