Dua Pendaki Jatuh ke Kawah Gunung Dempo

Senin, 04 November 2019 – 15:55 WIB
Tim Pencari Gabungan bersama sejumlah elemen pecinta alam sedang mempersiapkan peralatan untuk melakukan evakuasi korban. Foto: sumeks.co

jpnn.com, PAGARALAM - Tim Pencari Gabungan bersama sejumlah elemen pecinta alam dan masyarakat menemukan dua pendaki yang hilang di Gunung Api Dempo, Sumatera Selatan, Sabtu (2/11), sekira pukul 17.30 WIB.

Dua pendaki tersebut diyakini Fikri, 19, dan Jumadi, 26, yang hilang saat mendaki Gunung Dempo, Sumatera Selatan, dua pekan lalu.

BACA JUGA: Reaksi Tegas Wagub Kalteng Soal Larangan Cadar dan Celana Cingkrang

Kedua korban ditemukan meninggal di sekitar kawah Gunung Dempo, tepatnya di sisi timur.

Menurut keterangan salah satu anggota Tim Pencari Gabungan, Fandi, kedua korban ditemukan berada di bibir kawah Gunung Dempo.

BACA JUGA: Suami Gerebek Istri Saat Asyik Berduaan dengan Selingkuhan di Barak

Tim Pencari Gabungan langsung melakukan evakuasi ke posko penyelamatan. Proses evakuasi dimulai Minggu (3/11) sekira pukul 10.00 WIB. Evakuasi dua jenazah dari bibir kawah merapi menggunakan alat mountenering.

“Jenazah kami kemas lalu dimasukkan ke tandu. Setelah itu kami tarik pakai tali dari atas (puncak Merapi),” ujar Fandi yang kerap disapa Otek ini saat ditemui di Posko Tugu Rimau.

BACA JUGA: Bikin Malu Korps Bhayangkara, Briptu Andika Dipecat Secara Tidak Hormat

Dari atas puncak gunung, tubuh dua survivor dibawa ke pelataran untuk selanjutnya dievakuasi turun dari puncak Dempo. Hingga pukul 19.30 WIB kemarin, jenazah dua survivor baru berada di shelter II Gunung Dempo kemungkinan baru sekitar jam 21.00 wib sampai ke tugu rimau.

Namun, di tiap titik jalur, kata Fandi, sudah ada tim yang menunggu untuk melanjutkan estapet hingga Tugu Rimau.

“Apabila dua jenazah sudah tiba di Tugu Rimau, akan langsung diserahkan ke tim medis dan dibawa ke RSUD Besemah,” ujar Fandi.

Fandi menjelaskan penemuan korban pertama berawal dari kecurigaan tim melihat gundukan benda besar berwarna biru melalui teropong.

Saat mendatangi lokasi yang dicurigai, tim pun menemukan sejumlah jejak kaki pada tanah yang terperosok di sekitar puncak.

Mereka pun langsung menyusuri bekas tanah terperosok yang menjadi indikasi tempat terjatuhnya korban.

“Tim pun memutuskan menyisir jejak kaki ke arah kawah. Di sana mereka menemukan korban dalam keadaan tidak beryawa,” ujarnya.

BACA JUGA: Berita Duka, Mahasiswi Keperawatan Fiwi Angraini Meninggal Dunia dengan Tragis

Meski mengakui bahwa dua jenazah itu besar kemungkinan adalah Fikri dan Jumadi, namun Fandi tak mau gegabah. Ia mengatakan, timnya bertugas untuk mengevakuasinya. Sedangkan untuk identifikasi, kata dia, itu adalah ranahnya kepolisian.(ald)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler