Dua Perempuan Ini Pahlawan Pendidikan Warga Suku Anak Dalam

Minggu, 05 November 2017 – 00:05 WIB
Koes Darqis dan Kusdian mengabdi untuk warga Suku Anak Dalam di dusun Tanah Menang, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari .FOTO: DOKUMEN PRIBADI

jpnn.com - Koes Darqis dan Kusdian mengusung misi mengubah pola berpikir warga Suku Anak Dalam (SAD) agar dapat bersaing dalam hal pendidikan. Keduanya sungguh layak mendapat sebutan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

REZA FAHLEVI – MUARA BULIAN

BACA JUGA: Komarudin Watubun Prihatin Dana BOS di Tual Belum Cair

Koes Darqis dan Kusdian merupakan dua wanita Kartini masa kini. Betapa tidak, perjuangan mereka untuk mengabdi demi memberikan ilmu pendidikan bagi warga Suku Anak Dalam di dusun Tanah Menang, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari, Jambi, terbilang cukup heroik.

Pasalnya, wilayah pengabdian mereka bukan lah di tempat yang mewah. Mereka mengabdi jauh dari keramaian, apalagi untuk menjumpai tekhnologi.

BACA JUGA: Cekcok Soal Lahan Pemakaman, Dua Warga SAD Dibacok 

Dua wanita ini tetap tangguh menghadapi segala problema yang harus ditemui, dengan penuh dedikasi.

Yang lebih berkesan Koes Darqis dan Kusdian bukanlah seorang guru PNS. Keduanya merupakan pengabdi suka rela yang ingin menebarkan ilmu kepada warga dari 79 KK di sana.

BACA JUGA: Pengamat Pendidikan: Sekolah Swasta Lebih Pentingkan Gedung

Koes Darqis bercerita tentang pengalaman selama kurun sekitar satu tahun ini. Dia mengajar tentang pendidikan agama Islam.

Tujuannya, agar warga Suku Anak Dalam baik yang masih remaja maupun dewasa dapat mengerti mengenai pentingnya ajaran agama untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

“Alhamdulilah mereka semua saat ini mengalami kemajuan yang signifikan, mereka sudah banyak mengerti tentang hukum-hukum dan syariat dalam Islam. Seperti halnya mandi junub, dan barang yang diharamkan dan yang dihalalkan dalam Islam,” ungkap Koes Darqis.

Sementara Kusdian mengajaricara membaca dan menulis yang baik dan benar, mulai dari anak anak hingga orang dewasa.

“Dulu mereka tidak mengenal membaca dan menulis, Alhamdulilah saat ini mereka sudah ada yang bisa membaca dan menulis dengan baik,” cerita Kusidan.

Kepala Desa Bungku Utut Adianto, menyebut dua perempuan relawan itu merupakan pahlawan bagi warga di sana.

Dia katakan, tempat dua Kartini itu memberikan ilmu ini hanyalah sebuah bilik seadanya yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat sekitar.

Dia juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Batanghari memberikan perhatikan lebih kepada warga Suku Anak Dalam dalam bidang pendidikan.

“Baik sarana maupun prasarana, agar pendidikan Suku Anak Dalam bisa bersaing sesuai dengan keadaan dan zaman saat ini. Karena pendidikan sangatlah penting dan utama bagi kehidupan” harap Utut Adianto.(***)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ke Gereja Katolik, Menteri Nasir: Persatuan Itu Sangat Indah


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler